Jumat, 12 April 2013 20:13:07 WIB

Dua Istri Mantan Presiden PKS Diperiksa KPK

Setia124

JAKARTA (Pos Kota) – Dua istri mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, yaitu Sutiana Astika dan Lusi Tiarani Agustine diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (12/4). Keduanya dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus suap impor daging sapi pada Kementan yang dilakukan suaminya.

Keberadaan kedua ibu rumah tangga tersebut mengejutkan wartawan . Pasalnya, nyaris tidak ada yang mengenali wajah mereka. Wartawan baru sadar, ketika keduanya selesai diperiksa.

Pemantauan Pos Kota, Lusi dan Sutiana masing-masing keluar terpisah sekitar pukul 16:00 dan 17:30. Keduanya pun sama-sama bungkam ketika wartawan mencecarnya dengan beragam pertanyaan.

Selain kedua isteri Luthfi, KPK juga memanggil seorang pelajar bernama Darin Mumtazah, Pejabat Pembuat Akta Notaris (PPAT) Elly Halida, dan Manajer Cabang Bank Muamalat, Giarti Adiningrum. Ketiga orang ini tidak hadir memenuhi panggilan tanpa alasan yang jelas.

Dalam menelusuri dugaan pencucian uang oleh Luthfi, KPK mengaku sudah mengidentifikasi aset-aset mantan Anggota Komisi I DPR RI tersebut. Namun sejauh ini, KPK belum satupun menyita aset yang sudah teridentifikasi itu.

Penetapan tersangka TPPU pada Luthfi merupakan hasil pengembangan KPK terkait perkara suap pengurusan impor daging sapi di Kementan. Dia diduga mengubah bentuk, menyamarkan, atau menyembunyikan hasil tindak pidana korupsi untuk pembelian sejumlah aset.

Luthfi bersama-sama Ahmad Fathanah, teman dekatnya yang juga tersangka TPPU, diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama selaku perusahaan importir daging sapi. Mereka kini telah ditahan terpisah di Rutan milik KPK. (yulian)

Teks : Salah satu istri mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Sutiana Astika (kiri), menghindari kejaran wartawan, usai diperiksa sebagai saksi untuk suaminya, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4).

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.