Jumat, 12 April 2013 19:59:11 WIB

Gelapkan Mobil, Pengurus Koperasi Diadili

arrindo124

KARAWANG (Pos Kota) – Tiga pengurus Koperasi Arridho Bima Nusantara di Jalan Juanda Kecamatan Kota Baru, Karawang yang didakwa menggelapkan ratusan mobil kasusnya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Karawang.

Jaksa Penuntut Umum Didit SH, Jumat (12/4) mengungkapkan ketiga terdakwa kena pasal 374 jo pasal 55 KUHP, pasal 372 jo pasal 55 ayat 1 KUHP serta pasal 378 jo 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ketiga terdakwa dalam kepengurusan koperasi Arridho tersebut, Giyatno, sebagai Manajer Program atau Penanggung Jawab , Hafid Gusnawan sebagai Manajer Investasi dan Wahidun sebagai Ketua Koperasi.

Menurut jaksa, ketiga terdakwa telah menguasai sepenuhnya kendaraan milik orang lain, serta melimpahkan kendaraan tersebut ke pihak ketiga, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemiliknya.

Pada Juni 2012 pengurus koperasi ini, menerima investor dari Suhaili, salah seorang warga Cibarusah, Bekasi yang menitipkan satu unit kendaraan minibus kepada pengelola koperasi. Suhaili berani menitipkan kendaraannya yang seharga sekitar Rp 220 juta kepada koperasi tersebut, karena dijanjikan akan mendapatkan imbalan Rp 4.800.000 per bulan.

Sesuai dengan surat perjanjiannya, kendaraan milik Suhaili akan direntalkan kepada pihak perusahaan atau industri. Biaya rental kendaraan itulah yang kemudian menjadi pendapatan Suhaili setiap bulannya, sebagai bagian dari bagi hasil keuntungan.

Dalam realisasinya, imbalan mendapatkan Rp 4.800.000 per bulan dari pengelola koperasi itu hanya berlangsung selama tiga bulan pertama setelah Suhaili menitipkan mobilnya. Kemudian sejak menerima uang sewa tiga bulan itulah , Suhaili mengaku tidak mendpatkan lagi imbalan dari mobil yang dititipkannya ke koperasi tersebut.

Setelah beberapa bulan tidak juga dibayar sewa mobilnya itu oleh pengurus koperasi, belakangan oleh Suhaili, ternyata kendaraan miliknya bukan disewakan ke pihak perusahaan, tetapi digunakan Yeni Nurhayati, warga Kecamatan Telagasari, Karawang.

Pengelola koperasi mengaku memberikan kendaraan milik Suhaili kepada Yeni, karena Yeni telah menginvestasikan uangnya sekitar Rp 55 juta kepada pengelola koperasi. Yeni berani menginvestasikan uangnya ke koperasi tersebut karena dalam perjanjiannya, dia bisa menggunakan mobil dari koperasi serta mendapatkan uang sekitar Rp 1 juta per bulan dari koperasi.

Merasa tertipu Suhaili menemui Yeni, sampai akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke aparat kepolisian setempat. Sampai ketiga terdakwa ditangkapaparat kejaksaan.

Setelah sidang pertama selesai dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Majelis Hakim Agung Sulistio, SH. MH, yang memimpin siding, mempersilakan terdakwa menyampaikan eksepsi atas dakwaan jaksa.

Ternyata terdakwa yang didampingi pengacara meminta waktu sepekan untuk menyampaikan eksepsi. Majelis hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan hingga Rabu (17/4) mendatang. (nourkinan),

Teks foto : Terdakwa Giyatno, sebagai Manajer Program atau Penanggung Jawab Korerasi Arridho di Kota Baru – Cikampek (nourkinan)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.