Tuesday, 20 November 2018

200 Ilmuwan Muda Dunia Adu Pintar di Bali

Minggu, 14 April 2013 — 14:38 WIB
pintar1

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 200 ilmuwan muda dunia tingkat SMA bakal berkumpul di Bali untuk mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan juri internasional dalam ajang International Conference of Young Scientists (ICYS) 2013, pada 15-22 April.

“Ini kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah sejak 2010. Indonesia adalah negara pertama di Asia yang dipercayakan menyelenggarakan event serupa, lantaran di tahun 2009 tim dari Indonesia meraih medali emas terbanyak,” ujar President of Local Organizing Commitee ICYS 2013 Monika Raharti di Jakarta, Minggu.

Pendiri Surya Institute sekaligus Rektor Surya Institute Prof Yohanes Surya menambahkan, Indonesia cukup disegani karena telah banyak mengukir prestasi dalam ajang ICYS. Selain kesuksesan dinobatkan sebagai peraih medali emas terbanyak, Indonesia juga sukses menyabet 7 medali emas, 1 medali perak, 3 medali perunggu, dan 2 special award atau penghargaan khusus di tahun 2010.

“Sebanyak 12 anak Indonesia telah terpilih menjadi delegasi dalam acara ini. Mereka telah melalui proses seleksi ketat oleh tim Peneliti Belia Surya Institute,” kata dia.
Menurut Prof Surya, kemampuan anak muda Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Bahkan di tahun 2011, Indonesia berhasil membawa 1 medali emas, 2 medali perak, 2 medali perunggu, dan 3 penghargaan khusus. Sedangkan di tahun lalu, Indonesia menyumbang 1 medali emas, 2 medali perak, 4 medali perunggu, dan 4 penghargaan khusus.

“Tahun ini, Indonesia sudah mempersiapkan 12 siswa SMA yang sebelumnya sudah melewati proses seleksi ketat oleh tim Peneliti Belia Surya Institute. Mereka kemudian mendapat pembinaan dari pakar bidang masing-masing dari universitas serta lembaga riset di Indonesia selama 4 bulan,” kata Prof Surya.

Total jumlah peserta ICYS 2013 adalah 23 dari 182 negara. Yakni, Belanda, Belarus, Brazil, Britania Raya, Tiongkok, Georgia, Hongaria, Iran, Jerman, Korea Selatan, Kroasia, Malaysia, Polandia, Republik Ceko, Rumania, Rusia, Serbia, Singapura, Taiwan, Thailand, Turki, Ukraina, dan Indonesia.

Ia mengatakan, akan ada 6 kategori penelitian yang dipertandingkan, yaitu theoretical physics, applied physics, mathematics, computer science, environmental science, dan life science.    Presentasi hasil penelitian diadakan selama 10 menit dilanjutkan sesi tanya jawab dengan para juri internasional selama 5 menit. “Kegiatan ini akan dilakukan secara tertutup dalam bahasa Inggris,” katanya.

Tidak seperti lomba lain yang biasanya memiliki tema khusus, ICYS membebaskan topik penelitian dari para ilmuwan muda yang bertanding. Mereka biasanya akan mempresentasikan riset dengan latar belakang masalah di negaranya masing-masing, dan memberikan solusi terkait masalah tersebut dengan cara serta sumber daya yang cocok dengan negaranya.
Selain presentasi karya ilmiah, ICYS 2013 terbagi ke dalam beberapa kegiatan, antara lain pameran dan lomba poster penelitian yang terbuka untuk umum, kunjungan budaya lokal, pertukaran budaya antarbangsa, science quiz, dan fun lecture.

(aby/sir)

Teks Gbr- President of Local Organizing Commitee ICYS 2013 Monika Raharti bersama pendiri Surya Institute sekaligus Rektor Surya Institute Prof Yohanes Surya gelar Conference of Young Scientists (ICYS) 2013 di Bali, pada 15-22 April. (aby)