Thursday, 15 November 2018

Candi Prambanan Gelar Sayembara Desain Hotel dan Museum

Rabu, 17 April 2013 — 18:54 WIB
Prambanan Malam-n

DALAM upaya meningkatkan potensi wisata, ekonomi dan kehidupan masyarakat sekitar, pengelola Candi Prambanan Jawa Tengah menggelar sayembara (lomba) mendesain bangunan hotel, museum dan tempat konvensi di sekitar lokasi wisata kelas dunia tersebut.

Dirut Borobudur Prambanan

Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (PT TWCBPRB), Purnomo Siswoprasetjo (tengah) bersama Ketua Umum IAI, Munichy B. Edress (kiri) dan Ketua Panitia Sayembara, Ruben Tangido (kanan). (aby)

“Sayembara atau lomba mendesain bangunan hotel, museum dan tempat konvensi ini bertujuan meningkatkan jumlah turis dan menggali lebih dalam potensi ekonomi masyarakat sekitar Candi Prambanan,” ujar Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (PT TWCBPRB), Purnomo Siswoprasetjo, dalam jumpa pers Sayembara Konsep Desain Pengembangan Zona III-V Kawasan Prambanan, di Jakarta, Rabu (17/4).

Purnomo berharap melalui sayembara mendesain bangunan unik di sekitar Candi Prambanan itu bisa memaksimalkan wisata di sana. Nantinya, bangunan berupa hotel dan konvensi akan dibangun di Zona III kawasan Candi Prambanan seluas 3 hektar. Untuk desain bangunan, pihak PT TWCBPRB bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menggelar sayembara berhadiah total Rp200 juta. Pemenang pertama akan menggondol Rp125 juta, kedua Rp45 juta dan ketiga Rp30 juta.

“Ini pertama kali dilakukan. Dengan adanya sayembara diharapkan akan muncul konsep cemerlang atau bahkan model yang hebat,” tambah Ketua Umum IAI, Munichy B. Edress.

Peserta sayembara nantinya tidak diperkenankan merusak bentuk bangunan yang sudah tersedia di Zona III Candi Prambanan. “Pada bagian ini sudah ada bangunan kantor Taman Wisata. Bangunannya masih bagus, jadi tetap pakai bangunan ini dan tidak dirusak,” ujar Ketua Panitia Sayembara, Ruben Tangido.

Candi Prambanan adalah situs sejarah warisan dunia yang sudah diakui Unesco. Dalam lomba ini, tinggi bangunan dibatasi agar tidak melebihi tinggi Candi Prambanan. Bangunan hanya dibatasi memiliki 2 lantai dengan tinggi maksimal 14 meter. Tinggi Candi Prambanan sendiri adalah 47 meter. “Luas lahan yang disediakan memang 3 hektar, tapi yang boleh dipakai untuk bangunan maksimal 60 persen,” ungkap Ruben.

Sayembara sudah dibuka sejak sebulan lalu dan berakhir pada 22 Mei 2013 nanti. Peserta bisa mendaftar langsung di website resmi IAI. Ruben berharap, sayembara bangunan ini bisa dijadikan ikon sejarah dalam jangka panjang. (aby/d)