Rabu, 17 April 2013 21:57:25 WIB

Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher Resmi Tersangka

Iyus Djuher-n

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher, dan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, Usep Jumenio, beserta tiga orang lainnya, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian hadiah atau janji berkaitan dengan permintaan izin lokasi tanah seluas satu juta meter persegi untuk PT Gerindo Perkasa, di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Setelah melakukan pemeriksaan sejak tertangkap tangannya 9 orang, hari ini (Rabu, 17/4), KPK menetapkan UJ (Usep Jumenio), ID (Iyus Djuher), LWS (Listo Wely Sabu), NS (Nana Supriatna), dan SS (Sentot Susilo), sebagai tersangka,” ujar Johan Budi, Juru Bicara KPK di kantornya, Jakarta, Rabu (17/4) malam.

KPK menduga Iyus, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, telah melakukan tindak pidana korupsi selaku penyelenggara negara dan menjeratnya dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. Politisi Partai Demokrat ini terancam penjara 20 tahun.

Menurut Johan, Iyus dijanjikan mendapat uang terkait izin lokasi untuk Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) yang akan berdiri di atas lahan seluas 1 juta meter persegi yang terletak di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, untuk PT Gerindo Perkasa.

Sementara, Usep dan Welly (pegawai honorer Pemkab Bogor) dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

Selanjutnya, Nana, dari swasta, diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu. Kemudian, Sentot, Direktur PT Gerindo Perkasa, diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebabagaimana diubah Undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 kesatu.

Bersamaan dengan itu, KPK juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa uang sekitar Rp800 juta, ransel dan dua mobil; Toyota Rush dan Avanza. “Ini kemungkinan bertambah.”

Berbarengan dengan penetapan penyelidikan menjadi penyidikan, Rabu (17/4), penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di tiga tempat. Yakni, di kantor Iyus Djuher, di DPRD Kabupaten Bogor, di Kantor Bupati Bogor, Rahmat Yasin, dan di Dinas BPT (Badan Pelayanan Terpadu).

“Jadi ada 3 tempat, dengan waktu yang berbeda. Saya belum dapat informasi apakah proses penggeledahan sudah selesai ataukah belum,” kata Johan.

Para tersangka, papar Djohan, akan ditahan hingga 20 hari kedepan di beberapa rumah tahanan (rutan) di Jakarta. “Di antaranya di Rutan Polres Jakarta Selatan, dan di Rutan Cipinang. Tapi soal tempat penahanan ini masih dibicarakan,” tambahnya. “Tentu ini belum berhenti pada titik hari ini. Tentu akan dikembangkan sejauhmana ada pihak-pihak lain yang terlibat,” tuntasnya. (yulian/d)

foto: Antaranews

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.