Saturday, 20 July 2019

Meski UN Kacau, Program Pendidikan Pakem Tetap Diluncurkan

Kamis, 18 April 2013 — 11:51 WIB
Pakem02

KUDUS (Pos Kota) – Program peningkatan kualitas pendidikan melalui Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (Pakem) diluncurkan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Pakem330

VP Corporate Community Responsibility BNI Nancy Martasuta (kanan) menyaksikan penerapan program Pakem di SDN 1 Jatikulon Kudus.  Turut hadir pengurus yayasan setempat Primadi H. Serad (tengah), dan Nenny Soemawinata (kiri). (aby)

Program itu diharapkan membantu siswa lebih menangkap materi pembelajaran dan meningkatkan kreativitas guru mengajar.

Pakem diluncurkan di tengah kisruhnya dunia pendidikan Indonesia karena kekacauan pelaksanaan Ujian Nasional (UN 2013). Meski UN kacau dan Mendikbud M. Nuh tengah menjadi bulan-bulanan kritik, namun geliat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di kota kecil tidak lantas padam.

Melalui program Pakem guru-guru SD dan SLTP di Kudus, Jawa Tengah  mendapatkan pelatihan agar makin berkembang.

“Tujuan program Pakem ini membuat suasana belajar lebih menyenangkan melalui peningkatan kemampuan guru. Tak hanya murid yang senang belajar, guru pun senang mengajar serta menjalani pekerjaan,” kata VP Corporate Community Responsibility BNI Nancy Martasuta pada peluncuran program Pakem di SDN 1 Jatikulon Kudus, Kamis. Turut hadir pengurus yayasan Primadi H. Serad, dan Bupati Kudus H. Musthofa.

Menurut Nancy, program Pakem  akan berjalan selama 3 tahun. Ada 2 kegiatan yang menjadi sorotan utama. Yakni peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan untuk SD, serta pemberdayaan tenagaj pengajar untuk SLTP. Sebanyak 4 SD akan mengikuti program ini yaitu: SDN 1 Jatikulon, SD IT Al Islam, SD Masehi, dan MI NU Banat. Kini, ada 10 guru utama dari berbagai SMP dan Madrasah Tsanawiyah sedang mengikuti program tersebut.

“Selain guru, kepala sekolah juga  diberi pelatihan tata kelola dan tata layanan pendidikan sehingga memiliki kemampuan sebagai pendidik, pemimpin dan pengelola yang mumpuni,” ujar Nancy.

Pengurus yayasan setempat, Primadi H. Serad membenarkan,  pengembangan pendidikan bukan saja tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pihak ketiga. Dalam pengembangan itu, guru menjadi kunci penting terutama untuk menyukseskan program Pakem.

“Mereka yang mendapatkan pelatihan dituntut makin kreatif dalam mengajar. Mereka harus menjadi ‘master teachers’ untuk meningkatkan kualitas diri dan siswa,” kata Primadi. (aby/d)