Pasar Besar Mobil & Motor Seken, Komunitas Saling Menguntungkan

Kamis, 18 April 2013
pasar-besar

PASAR Besar Mobil & Motor Seken yang digelar untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir,  memposisikan diri sebagai ajang berkumpulnya para pengusaha otomotif di kawasan Jakarta,  Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Boleh dibilang, event tahunan ini telah menjelma menjadi komunitas yang tak saja menguntungkan para pengusaha tetapi  juga bagi konsumennya.

Menjual dan membeli mobil seken di Pasar Besar Mobil & Seken sama-sama mendapat keuntungan yang fantastis. Bagi pengusaha mobil maupun motor seken, Pasar Besar menjadi semacam etalase raksasa untuk memajang kendaraan yang hendak dijual, sedangkan bagi konsumen menjadikannya sebagai patokan dalam menentukan harga kendaraan mobil atau motor.

Pengelola showroom ternama di Harapan Indah Bekasi, Agus A. Halim, yang juga  peserta Pasar Besar Mobil & Seken 2013, kemarin, mengatakan, wajar jika Pasar Besar telah menjelma sebagai komunitas pengusaha otomotif. Sebab, penghuni  gelaran Pasar Besar selama tiga hari mulai 19-21 April di Lapangan Parkir Timur Senayan itu, adalah  bos-bos atau pengusaha omotif yang ada di Jabodetabek.

“Ini tak main-main lo. Bayangkan, ada 200 showroom turut ambil-bagian di Pasar Besar.  Kalau setiap showroom menyiapkan mobil sebanyak empat unit, berarti akan ada 800 mobil yang dipajang setiap harinya.  Nah, kita kecilkan saja transaksi setiap hari misalnya satu unit mobil terjual  dari setiap satu showroom, maka  ada 200 mobil terjual. Kalau dirata-ratakan seharga Rp150 juta, sudah lebih dari dua miliar transaksi per hari,” kata Agus A. Halim.

Sedangkan bagi konsumen, event Pasar Besar akan mereka jadikan sebagai medium untuk membandingkan harga mobil sejenis dari  setiap showroom. Otomotais, konsumen akan membeli mobil harga termurah untuk  kualitas dan kondisi yang sama setelah lebih dulu membandingkan harga dari showroom lain. “Dengan perilaku konsumen seperti itu,  maka setiap showroom pasti akan menekan harga jual mobil per unitnya sampai harga terendah. Ini kan keuntungan bagi konsumen,” kata Agus Halim.

Karena itu, wajar jika Pasar Besar Mobil & Seken sudah menjelma sebagai ajang komunitas bos-bos otomotif. Menurut Agus A. Halim, peserta Pasar Besar tentu bukan pemilik showroom kecil. Setidaknya yang ikut di sana adalah pemilik showroom yang  minimal memiliki delapan stok mobil yang siap dijual. (ak)

Toto Irianto: Kami tinggal siapkan infrastruktur

KETUA Panita Pasar Besar Mobil & Motor Seken 2013 H. Toto Irianto, mengaku sangat yakin  pelaksanaan Pasar Besar tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi Pasar Besar ini sudah memposisikan diri sebagai ajang komunitas para pengusaha otomotif.

Bila Pasar Besar sudah dianggap sebagai ajang komunitas, maka pengusaha otomotif, khususnya yang terlibat selama pameran,  akan menjadikan Pasar Besar sebagai tempat transaksi yang harus dijaga keberlangsungannya. Artinya, pelaksanaan  Pasar Besar harus bisa terlaksana setiap tahun.

“Kami sebagai pantia nantinya tinggal menyiapkan infrastruktur pemeran saja, dan para pemilik showroom akan menjadikan Pasar Besar  semacam etalase raksasa,” kata Toto Iritanto, ketika menggelar pertemuan teknik dua hari menjelang pelaksanaan Pasar Besar Mobil & Motor Seken yang digelar di Lapangan Parkir Timur Senayan, 19-21 April 2013.

Untuk mencapai posisi Pasar Besar sebagai ajang komunitas para pengusaha otomotif, tentu tidak mudah. “Ada proses yang harus dilalui, dan itu semua tercapai juga berkat dukungan pengusaha otomotif yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi maupun Bogor,” kata Toto Irianto. (Ballian R. Siregar )

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.