Carut Marut UN Jadi Pelajaran Kemdikbud

Sabtu, 20 April 2013 — 14:04 WIB
un

JAKARTA (Pos Kota)- Kasus carut-marutnya penyelenggaraan ujian nasional (UN) tahun 2013 menjadi pembelajaran  berharga bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Bahwa meski sudah menjadi hajat rutin tiap tahun, tetap saja membutuhkan pengawasan yang sangat ketat dan tidak bisa diserahkan ke satu pihak saja seperti Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

“Semua lini, terutama unit-unit yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus bekerja keras, karena persoalan UN tidak sekedar membagi-bagikan soal-soal ujian kepada siswa,” papar Pembantu Rektor I Universitas Jayabaya, Drs Mansyur Kardi MSi, Sabtu (20/4).

Menurut Mansyur, UN menyangkut banyak hal. Mulai dari perencanaan, proses penyerahan tanggungjawab perusahaan percetakan, proses distribusi ke sekolah-sekolah, pengawasan hingga penilaian akhir hasil UN.

Sehingga, ketika terjadi satu kekacauan saja, imbasnya lanjut Mansyur bisa merambat kemana-mana. Seperti tahun ini, ketika perusahaan yang diserahi tanggungjawab percetakan soal tak sanggup menyelesaikan tugas sesuai target, maka siswa dari 11 propinsi harus terkena dampaknya. Tak sekedar ditunda, banyak soal yang tak lengkap dan lembar jawaban computer yang berkualitas buruk.

Dikatakan Mansyur, penyelenggaraan UN setiap tahun memang selalu meninggalkan catatan dan evaluasi. Tetapi tahun 2013 ini tergolong paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, Mansyur berharap agar Kemendikbud lebih selektif dalam penentukan pemenang tender percetakan soal UN. Jangan sampai, perusahaan yang sudah bermasalah, bisa tetap memenangkannya dengan berbagai trik dan permainan.

Mansyur juga berharap agar investigasi dilakukan setransparan mungkin. “Ungkap siapa-siapa yang diduga ikut bermain dalam persoalan UN tahun ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kemendibud kembali akan menyelenggarakan UN untuk level SMP pada Senin (22/4). UN SMP rencananya akan dilakukan serentak diseluruh Indonesia.

“Insya Allah tidak ada masalah lagi. Soal sudah dicetak dan selesai didistribusikan ke daerah,” jelas Mendikbud Nuh.
Untuk UN SMP, PT Ghalia Indonesia yang  semula memegang 11 propinsi, hanya diserahi tanggungjawab 1 propinsi yakni Bali. Sedang 10 propinsi lain diserahkan ke 3 perusahaan percetakan lainnya yang juga memenangkan tender percetakan soal UN.

(inung/sir)

Drs.-Mansur-Kardi,-M.SiTeks Gbr- Pembantu Rektor I Universitas Jayabaya Drs Mansyur Kardi MSi. (inung)

Terbaru
Terpopuler
Sabtu, 25 Juli 2015 — 19:34 WIB
Bogor
Sabtu, 25 Juli 2015 — 19:13 WIB
Jakarta
Sabtu, 25 Juli 2015 — 18:55 WIB
Berenang Bersama Dua Teman
Pelajar Hilang Digulung Ombak di Sukabumi
Jabar
Sabtu, 25 Juli 2015 — 18:01 WIB
Jakarta
Sabtu, 25 Juli 2015 — 17:56 WIB
Ekonomi
Sabtu, 25 Juli 2015 — 17:35 WIB
Peristiwa
Sabtu, 25 Juli 2015 — 16:23 WIB
Tiga Temannya Menyerahkan Diri
Bos Begal Motor Tewas Ditembak
Sumatra
Sabtu, 25 Juli 2015 — 16:18 WIB
Internasional
Sabtu, 25 Juli 2015 — 16:08 WIB
Tragedi Tol Cipali Tewaskan Tujuh Orang
Burung Kakak Tua Milik Suhud Pukul 02.00 Tiba-tiba Bunyi
Peristiwa
Sabtu, 25 Juli 2015 — 16:00 WIB
Perampokan dan Pencurian