Minggu, 21 April 2013 02:04:00 WIB

Rancaekek Banjir, Jalur Bandung – Garut Macet 15 Jam

RANCAEKEK

BANDUNG (Pos Kota) -  Banjir di kawasan Rancaekek, mengakibatkan kemacetan hingga 15 jam di jalur Bandung- Garut.

Ribuan calon penumpang menumpuk di terminal bis Cicaheum, Kota Bandung, Sabtu (20/4) Hampir 10 jam di terminal tapi belum berangkat mudik karena bis tujuan Garut belum ada yang masuk terminal.

“ Calon penumpang sangat banyak, tapi mereka pada pulang lagi dan gagal mudik,“ kata Engkus,35, warga Garut.

Begitu pun Wawan, 45,  sudah delapan jam di terminal namun belum bisa pulang ke Tasik lantaran belum ada bis yang masuk ke terminal.

Buntut dari kemacetan 15 jam di jalur Rancaekek, Kabupaten Bandung semua kendaraan umum telat masuk terminal. “ Baru kali ini tidak bisa pulang karena tak ada kendaraan. Benar benar Sejarah,“ akunya.

Agus Wahyudin, petugas terminal Cicaheum, menjelaskan, bis dari Cirtebon, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasik dan Ciamis, 15 jam tidak masuk tyerminal.

Armada itu semua terjebak macet di Jalur Rancaekek, tepatnya di depabn PT Kahateks, Rancaekek, Kabupaten Bandung. “ Wajar calon penumpang menumpuk, kendaraan tak ada yang masuk terminal,“ katanya.

Dia menambahkan, bukan saja bis besar, minibus jenis elf pun selama 15 jam tak ada yang masuk terminal. Peristiwa ini terjadi akibat banjir setinggi 1 meter menghadang laju kendaraan.

“Awak bis, elf dan truk serta kendaraan pribadi banyak yang nginap di atas kendaraan di tengah banjir Rancaekek,“ katanya.

Banjir di Rancaekek, imbasnya bukan saja ke Kota Bandung, melainkan ke jalur Sumedang, Majalengka, Cirebon, Kuningan dan Indrtamayu.

Kemacetan yang ekornya tembus ke Cileunyi, membuat lalu lointas Cileunyi, Jatinangor, Sumedang turut mengalami kelumpuhan.

“Kasihan, banyak calon penumpang yang menunggu bis hampir delapan jam, tapi gagal pulang ke kampung halamannya,“ katanya.

Banjir di Rancaekek terjadi sejak Jumat (19/4) sore pukul 17.30. Hujan deras yang turun di Bandung mengakibatkan jalan utama Bandung-Nagreg diduduki banjir.

Ratusan bis dan truk serta kendaraan pribadi terpaksa menginap di atas kendaraanya akibat terjebak banjir. (Dono/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.