Senin, 22 April 2013 17:39:30 WIB

Ironis, Bendera Merah Putih Belum Masuk Cagar Budaya

cagar224

JAKARTA (Pos Kota)- Sungguh ironis. Bendera Pusaka Merah Putih yang memiliki sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, hingga kini belum tercatat sebagai cagar budaya nasional. Fakta tersebut kata Wakil Menteri (Wamen) Kebudayaan Kemendibud Wiendu Nuryanti sangat berbahaya.

“Bendera Pusaka Merah Putih menjadi salah satu saksi sejarah Indonesia merdeka. Kedudukannya jelas sangat penting, sehingga kita harus mengamankan dan menjaganya,” papar Wiendu didampingi Direktur Pelestarian Cagar Budaya Surya Helmi dan Plt Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan, Senin (22/4).

Wiendu tidak tahu persis mengapa Bendera Pusaka Merah Putih belum juga tercatat sebagai cagar budaya nasional. Tetapi sepanjang belum tercatat sebagai cagar budaya nasional, tentu sifat perlindungannya menjadi tidak optimal.

Karena itu, pihaknya kini tengah berjuang agar bendera Pusaka Merah Putih segera menjadi salah satu benda cagar budaya nasional. “Sambil menunggu keputusan tersebut, minimal kita bikinkan surat keputusan dulu, supaya aman,” tambahnya.

Bendera Pusaka Merah Putih tersebut lanjut Wiendu saat ini berada di Istana Negara. Sekitar tiga tahun lalu pernah muncul wacana untuk memindahkan ke Monuman Nasional (Monas). Tetapi terbentur biaya pemindahan yang nilainya hingga miliaran rupiah, akhirnya proses pemindahan gagal dilaksanakan.

Tetapi Wiendu yakin pada saatnya nanti bendera Pusaka Merah Putih tersebut akan dipindahkan ke Monas agar bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat luas. “Sedang dicari bagaimana bentuk penyimpanannya karena memang sudah lapuk dimakan usia,” tukas Wiendu.

Selain bendera Pusaka Merah Putih, Kemendikbud juga merekomendasikan 20 benda (kawasan) lainnya menjadi cagar budaya nasional. Diantaranya candi Borobudur, Museum Kebangkitan Nasional, Situs Sangiran, Tugu Monas, Naskah Negara Kertagama, Mahkota Sultan Bima, Naskah Teks Proklamasi, Jam Gadang dan Museum Sumpah Pemuda.

Targetnya tahun ini dari 21 cagar buaday yang direkomendasikan tersebut, 10 diantaranya bisa ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. (inung)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.