Istri Tak Mau Dijamah, Suami Peduli Tasripah

Senin, 22 April 2013
nah-sub

KETIKA orang mendadak “welas asih” pada bocah Tasripin dari Banyumas, Karnoto, 35, warga Pacitan tiba-tiba jadi pemurah pada gadis Tasripah tetangganya. Ternyata memang ada maunya. Setelah 2 kali berhasil menyetubuhi pelajar SMP itu, Karnoto ingkar janji untuk menjamin biaya pendidika gadis itu sampai SMA.

Berkat berita di dunia maya yang diteruskan oleh twiternya Presiden SBY, orang pun menjadi iba dan peduli pada nasib bocah Tasripin, yang masih kecil harus cari makan untuk diri sendiri dan ketiga adiknya. Kini banyak orang membantu bocah merana dari Cilongok itu, sejak dari keuangan hingga memugar rumah gubuk miliknya. Tasripin-Tasripin di tempat lain sabar dulu, sampai masuk twitter presiden dan diberitakan koran. Niscaya bantuan akan juga datang mengalir.

Karnoto dari Pacitan (Jatim) agaknya tengah terbawa arus. Saat orang pada peduli pada Tasripin Banyumas, dia juga sangat peduli pad Tasripah gadis tetangga sendiri. Bagaimana tak disebut peduli –bahkan sangat– karena dia siap membiayai sekolahnya hingga SMA, termasuk membelikan pulsa setiap minggu. Tapi ya itu tadi, tak ada yang gratis di dunia ini. Karnoto akan menjadi peduli Tasripah, asalkan gadis ABG itu juga peduli akan hasrat biologis Karnoto yang selalu meledak-ledak.

Karnoto adalah lelaki yang berprofesi jadi Satpam. Karenanya, urusan tidur jadi kacau. Saatnya orang tidur, dia melek. Sebaliknya di kala orang melek, dia malah tidur. Dan sebagaimana kata orang, lelaki yang banyak melek punya libido yang tinggi. Maka jika para dalang banyak yang punya bini lebih dari satu, salah satunya mungkin juga karena banyak meleknya tersebut.

Bagaimana dengan Karnoto ini? Gara-gara banyak melek pula, dia punya libido lumayan tinggi. Setiap pulang tugas di kantor, sebelum tidur pasti dia “meniduri” istri dulu. Selama ini Warsini, 28, juga selalu melayani dengan senang hati. Namanya kan juga kewajiban. Bukankah hadis Nabi mengatakan, istri yang menolak hasrat suami akan dikutuk malaikat sampai pagi hari.

Nah di sinilah celakanya. Di kala istri sedang hamil tua, Kartono punya hasrat tetap menyala-nyala macam lagu kroncong. “Kini hasratmu menyala membakar tinggi jiwamu…..!” Cuma jika lagu itu hasrat untuk perjuangan menuju kemerdekaan, sedangkan hasrat Karnoto justru perjuangan penuntasan nafsu. Tentu saja tidak nyambung, apa lagi Ny. Warsini justru mengatakan, “Prihatin dulu ya Mas, ini kan demi anak kita juga.”

Jika ditolak hanya sekali dua kali, tak masalah. Tapi jika ditolak berkali-kali sampai laksana kali Grindulu (sungai di Pacitan – Red), Karnoto menjadi pusing tujuh keliling. Sampai kemudian setan pun memberi “solusi”. Daripada pusing, kenapa tidak cari sasaran lain saja. Bukankah jagad tak hanya selebar daun kelor. Istri menolak, kan ada gadis ABG Tasripah tetangga sendiri.

Mas Satpam ini sudah benar-benar nekad. Malam-malam dia nggrumut ke rumah Tasripah tetangga dekat rumah. Malam itu sudah demikian sepi. Sementara orang lain sedang pada peduli kepada Tasripin Banyumas, dia malah peduli dengan Tasripah. “Pah, kau minta pulsa HP nggak, nanti saya kasih. Biaya sekolahmu juga saya tanggung sampai SMA asalkan…..,” begitu kata Karnoto macam politisi DPR sedang kampanye.

Tergiur akan janji-janji manis Satpam tersebut,  malam itu juga Tasripah bertekuk lutut dan berbuka paha. Tapi sayangnya, setelah dua kali terpuaskan oleh pelayanan ABG tersebut, Karnoto jadi lupa akan janjinya. Jangankan membiayai sampai SMA, sedang pulsa HP saja hanya sekali memberikan, itu pun hanya Rp 10.000,- Tasripah pun mengadu pada ibunya bla bla….., dan tak ayal lagi Karnoto dilaporkan ke polisi Polres Pacitan dan ditangkap.

Cuma Rp 10.000,- harus pakai Tm on pula. (DS/Gunarso TS)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.