Selasa, 23 April 2013 19:30:00 WIB

PDI-P Rekrut 1,5 Juta Satgas Cakra Buana

PDIP Bendera

JAKARTA (Pos Kota) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jauh-jauh hari sudah mengantisipasi kecurangan Pemilu 2014.

PDIP-Satgas

Ketua Bidang Kehormatan DP PDIP Sidharto Danusubroto (kiri) dan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) saat meresmian Sekretariat Satgas Cakra Buana PDI-P di Cideng,  Jakpus. (aby)

Partai berlambang banteng moncong putih itu sesumbar akan merekrut 1,5 juta anggota Satuan Tugas (Satgas) Cakra Buana untuk mengawal suara PDIP di 2014 di TPS-TPS saat pencoblosan.

“Rencananya kita akan merekrut 1,5 juta orang di seluruh Indonesia untuk mengawal jalannya pelaksanaan demokrasi,” kata Ketua Satgas Nasional PDIP, Komarudin Watubun di Sekretariat Satgas, Jl Cideng Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/4).

Meski saat ini masih beranggotakan 700 orang, Satgas PDIP  ini yakin setahun kemudian jumlahnya  membengkak menjadi 1,5 juta anggota. “Kita inginnya, di tiap TPS akan dijaga oleh minimal 2 satgas, agar pelaksanaan demokrasi benar-benar bisa terkawal,” ujar Komarudin yang mengenakan seragam satgas berwarna serba hitam dan baret Cakra Buana warna merah. Ada 3 bintang di baret Komarudin itu.

Sejauh ini, menurut Komarudin, anggota satgas yang direkrut berasal dari mereka yang bahkan tidak lulus sekolah dasar. “Namun, itu bukan penghalang, yang penting kalian mengabdi dengan penuh kepada Pancasila, dan mengawal jalannya demokrasi dengan baik,” ungkap Ketua DPD PDIP Papua itu di depan ratusan anggotanya yang berbaris rapi.

Peresmian  Sekretariat Satgas Nasional Cakra Buana berjalan lancer di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Jokowi yang sedianya datang untuk meresmikan, akhirnya digantikan Walikota Jakarta Pusat, Saefullah, karena Gubernur DKI Jakarta itu sedang berada di luar kota.
(aby/d)


Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.