Dua Bandar Narkoba Ditembak Mati

Sindikat Malaysia -Medan -Banjarmasin Digulung

Rabu, 24 April 2013
ilusbandar

MEDAN (Pos Kota) – Tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri memastikan penyergapan yang menewaskan dua bandar narkoba asal Medan, berawal dari tertangkapnya 3 anggota sindikat di Banjarmasin. Dari barang bukti yang diamankan 9,5 kg shabu-sahbu dan 10 ribu butir ekstasi dipasok 2 g bandar asal Aceh dan Lombok yang kini bermukim di Malaysia.

Demikian dikatakan Brigjen Pol Arman Depari, Direktur IV Bareskrim Mabes Polri di Mapolda Sumut, Rabu (24/4/2013).

Lebih jauh dijelaskan Arman, terbongkarnya kasus ini berawal dari penangkapan 3 tersangka sebelumnya pekan lalu di Hotel Amaris dan Hotel Jelita, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dari pengakuan ketiga tersangka DN,32, RH,29 dan MR,23 inilah polisi mengetahui jika otak sindikat itu berada di satu hotel di Medan.

Menurut Arman, rute peredaran narkoba yang dijalankan jaringan ini yakni setelah dipasok dari Malaysia ke Medan melalui Tanjungbalai, kemudian diedarkan ke Banjarmasin, Malang, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

“Hingga kini tim masih memburu bandar pemasok jaringan ini bernama Mursal alias Ever dan Rudi Sunoto yang bermukim di Malaysia,”kata Arman.

Hingga Rabu siang, polisi masih menyelidiki intensif di kamar 1218 Hotel Grand Aston, Medan, setelah petugas menembak mati tersangka Ramadhan Puda Kusuma yang bersembunyi di kamar hotel tersebut.

Seperti diberitakan, saat petugas kemarin menggerebek satu kamar di Hotel Grand Aston, Medan, Ramadhan Puda, melawan dengan menusukkan pisau ke petugas. Polisi akhirnya menembak tersangka. Tapi saat akan dibawa ke rumah sakit tersangka meninggal . Dari tangan tersangka petugas menyita 2,5 kg shabu-shabu dan 10.000 lebih butir ekstasi.

“Untung petugas kita menggunakan pakaian antisenjata tajam. Kemudian dilakukan penembakan untuk melumpuhkan, namun tersangka RPK meninggal di perjalanan,” ungkap Arman.

Petugas kemudian mendatangi satu rumah di Kompleks Bukit Hijau Regency Medan Selayang dan berhasil menangkap Kiki. Namun, tersangka berusaha kabur sehingga polisi menembaknya hingga tewas. Kedua mayat tersangka masih berada di RS Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. (samosir)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.