Sunday, 18 November 2018

Warga Duren Jaya Keluhkan Tempat Pembuangan Sampah

Rabu, 24 April 2013 — 7:01 WIB
iluswarga

BEKASI (Pos Kota)-Ratusan warga di Perumahan Guru, Kelurahan Durenjaya, Bekasi Timur, mengeluhkan lokasi Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), di Gg Pinang RT 004/05 Durenjaya.

“Kalau ada tamu malu, baunya sampai ke dalam rumah,” ujar Prayitno, warga RT 004 yang lokasinya persis di depan TPSS itu.

Hal senada juga diakui Yopi, pemilik rumah yang hanya berjarak 10 meter dari bak kontener penampungan sampah, dia menuturkan bersama warga pernah mendatangi Abdullah, Ketua RT 004/05, tetapi tidak ada solusinya, “Sudah dua tahun lingkungan kami jadi bau dan banyak lalat,” keluh Prayitno, yang di rumahnya membuka warung kelontong.

Warga di sana juga mengatakan, TPSS itu berada di lahan yang belum dimanfaatkan pemiliknya dan dikelola oleh pengurus RW, “Untuk kebersihan setiap bulan warga dikutif sebesar Rp 10 ribu, dengan harapan setiap hari diangkut,” ujar Prayitno, sambil mengatakan nyatanya sampah dibiarkan menumpuk, malah dua bulan lalu tidak diangkut sehingga di’ampar’ di rawa-rawa tidak, jauh dari bak kontener.

Keluhan warga juga sudah disampaikan secara tertulis kepada pengurus RW, namun hingga sekarang TPSS tersebut bukan lagi digunakan warga di 8 RT yang ada di RW 05, “ Siapa saja yang lewat mau ke pasar, setiap hari terutama pagi melempar sampah, terutama pengendara sepeda motor,” keluh Prayitno.

BELUM ADA SOLUSI

Sudarno, Ketua RW 05, kepada Pos Kota membenarkan kalau warga mengeluh soal TPSS, “Kami sudah melapor ke Dinas Kebersihan, soal rutinitas pengangkutan, jawabanya truk yang biasa mengangkut rusak,” ujarnya.

Dia juga berjanji akan mengumpulkan warga melalui Ketua RT untuk mencari solusi, bagaimana penanganan sampah di wilayahnya, “Selama ini di RW 05 ada empat orang tenaga pengangkut sampah, namun semuanya tidak pernah nyambung, sehingga sering terjadi penumpukan di TPSS,” katanya.

Sudarno menyebutkan, iuran yang dikutif warga diperuntukan membayar retribusi sampah, “Setiap bulan kami bayar ke dinas kebersihan, tetapi tetap saja sampah dibiarkan menumpuk. Malu saya dengan warga,” katanya.

Dia pun meminta warga ikut memilihara TPSS dengan melarang orang yang bukan warga RW 05 membuang sampah di sana, “Kami sudah meminta warga melarang kalau ada yang bukan warga RW 05 membuang sampah di sana,” tandasnya.

Junaedi Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi mengatakan, kondisi kendaraan di beberapa Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kebersihan di beberapa kecamatan memang kurang, namun pada akhir Mei mendatang aka nada tambahan 53 unit truk dan nantinya disebar ke lima UPTD yang ada di Kota Bekasi, “Untuk prioritas di Kecamatan Bekasi Timur, Barat., Utara, Selatan dan Medansatria,” tandasnya. (saban)

Teks: Lokasi TPSS yang dikeluhkan warga RW 05 Perumahan Guru Kelurahan Durenjaya,Bekasi Timur

  • Idhu Geni

    AKHIRNYA ORANG-ORANG PADA BUANG SAMPAH KEKALI KECIL YG MENGALIR MEMBATASI KELURAHAN DUREN JAYA DAN AREN JAYA, KALINYA MAMPET, ADA HUJAN- BANJIRRRRRR….WARGA YG MUKIM DIKIRI-KANAN KALI TSB YG KEBANJIRAN AIR BAU COMBERAN…TERMASUK TUH SI DHIKA KAMESYWARA DI KOMPLEX WISMA JAYA…STAF POS KOTA JUGA- IYA KAN..!!!!????

  • Alfrits

    Kelalaian dinas kebersihan yang tidak rutin mengangkut sampah dan orang yg membuang sampah di tanah milik warga itu yang pantas di salahkan oleh Rw/Rt stempat. BUKAN MENYALAHKAN ORANG YANG MEMBUANG SAMPAH PADA BAK SAMPAHNYA…. Rw/Rt 05/04 pak Sudarno tidak punya wewenang untuk menahan KTP/STNK motor warga Rw/Rt lain yang membuang sampah di bak penampungan sampah milik Pemda Bekasi .. pak sudarno, kembalikan barang milik orang yang kalian ambil!!.. itu adalah tindakan sewenang2 merampas barang orang HANYA KARENA KELALAIAN DINAS KEBERSIHAN… KEMBALIKAN BARANG MILIK ORANG….. Tolong aparat yang berwenang tindak rw/rt seperti ini… yang bertindak sewenang wenang terhadap warga rw lain….