Kamis, 25 April 2013 23:34:16 WIB

Meningkat Tajam, Pengguna Narkoba di Indonesia

Nyabu-n

JAKARTA (Pos Kota)-  Angka pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat tajam. Data BNN akhir 2012, sebanyak 3,8 juta penduduk menjadi pecandu narkoba. Angka tersebut diperkirakan bakal naik hingga 5,1 juta jiwa pada 2015.

“Melihat semakin canggihnya model pengedaran narkoba, rasanya angka 5,1 juta pecandu narkoba pada 2015 bukan tak mungkin. Bahkan bisa lebih,” kata Gun Gun Siswadi, Direktur Diseminasi Informasi BNN disela diskusi kelompok yang diselenggarakan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) didampingi Ketua Umum Kowani Dr Dewi Motik Pramono, Kamis (25/4).

Diakui modus peredaran narkoba dari hari ke hari semakin canggih dan beragam modelnya. Tak cukup dengan memanfatkan kaum wanita, kini para bandar juga mulai memanfaatkan mayat untuk menyelundupkan barang haram tersebut ke negara atau kota lain.

Kasus di Malaysia, dua mayat yang dikirim ke Singapura ternyata isi perutnya sudah diganti dengan narkoba.  Kasus tersebut terungkap saat dilakukan pemeriksaan terhadap mayat di kantor imigrasi Singapura.

“Di Indonesia belum ditemukan kasus seperti itu. Tetapi modusnya semakin canggih,” tambah Gun Gun.

Meski sudah dilakukan pengawasan yang ketat di semua bandara dan pelabuhan, Indonesia dikatakan Gun Gun memiliki sekitar 200 pintu masuk narkoba dari negara lain. Ratusan pintu masuk narkoba tersebut sebagian besar terletak di pulau-pulau yang tak berpenghuni.

Fakta itulah yang menurut Gun Gun sangat sulit menjadikan Indonesia bebas narkoba. Karenanya jika sebelumnya Indonesia hanya sebagai negara transit, kini statusnya sudah meningkat menjadi negara tujuan peredaran narkoba. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, Indonesia adalah potensi pasar yang sangat menggiurkan.

Ketua Umum Kowani Dr Dewi Motik Pramono menyatakan keprihatinannya terhadap fakta bahwa sebagian besar peredaran narkoba melibatkan kaum perempuan. “Sifat lemah lembut perempuan dimanfaatkan oleh bandar untuk memuluskan bisnis mereka,” katanya.

Karena itu, Kowani bertekad membantu pemerintah untuk mensosialisasikan bahaya narkoba kepada kaum perempuan. Dengan demikian, kaum perempuan tidak akan terjerat baik menjadi pengguna maupun pengedar. (inung/d)

foto:
Direktur Diseminasi Informasi BNN Gun Gun Siswadi menyerahkan alat peraga sosialisasi bahaya narkoba kepada pengurus Kowani. (inung)
 
 

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.