Tanah Bergerak, Warga Majalengka Diminta Pindah

Sabtu, 27 April 2013
Longsor Ciginang

BANDUNG (Pos Kota) – Bencana alam berupa pergeseran tanah di Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, membuat warga setempat ketar ketir.

Bahkan  Badan Geologi danvulkanologi pusat meminta supaya ribuan warga yang tiggal di lokasi harus segera diungsikan.  “Tanah di lokasi masih labil dan bergerak. Warga harus menjauh,“ kata Kabid Mitigasi Gempa dan Pergerakan tanah, I Gede Wastika, Sabtu (27/4).

Dia menjelaskan, bencana alam berupa pergeseran tanah 15 April lalu mengakibatkan 6 hekatar sawah  tertimbun longsor, 11 rumah rusak berat. 99 rusak ringan dan 1. 842 warga harus mengungsi.

Berdasar hasil penelitian kondisi tanah di lokasi masih bergerak dan rawan untuk ditempati. “Kami sudah rekomendasikan ke Pemda Provinsi Jabar supaya menjadi bahan pertimbangan,“ pintanya.

Pemyebab gerak tanahlanjut dia, akibat  curah hujan tinggi dan  banyak lahan basah.

Kemiringan lereng lanjutnya merupakan penyebab kemudahan untuk bergeraknya tanah.

Titik terparah, kata dia, ada di Kampung Cigintung. Lahan di perkampungan ini  sudah tidak layak  huni.

Oleh karena itu, warga diperkampungan ini harus menjauh terlebih curah hujan masih tinggi. (Dono/d)

Terbaru
Terpopuler
Perampokan dan Pencurian
Perlintasan Tanpa Plang Pintu di Lampung Utara
Mobil Terios Tertabrak KA, 4 Guru SMKN Tewas
Jumat, 24 Oktober 2014
Peristiwa
Bus Sari Indah Terguling di Pantura
Dua Penumpang Tewas 15 Luka
Jumat, 24 Oktober 2014
Peristiwa
Pabrik Minyak Goreng Terbakar
Murid Sekolah, Puskesmas, Kantor Lurah Pulang Lebih Cepat
Jumat, 24 Oktober 2014
Bekasi
Dipapah Petugas ke Polsek
Dua Dari Empat Maling Buah Kelapa Sawit, Ditembak
Jumat, 24 Oktober 2014
Peristiwa
Internasional
Serda Dessy Alvionita
Prajurit Kopassus Punya Prestasi Terjun Payung
Jumat, 24 Oktober 2014
Hankam

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.