Senin, 29 April 2013 22:08:29 WIB

Warga Demo di Perumahan Centul City

sumur294

BOGOR (Pos Kota) – Lahan seluas 147 hektar milik warga yang kini sudah dibangun perumahan mewah oleh PT Bukit Sentul (BS), namun diakui belum juga dibayar, membuat pemilik tanah marah. Senin, ratusan warga Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang memblokir jalan pintu masuk ke Perumahan Sentul City.

Sambi membawa berbagai spanduk, warga menutup portal pintu masuk perumahan mewah tersebut. Sejumlah kendaraan yang keluar masuk pintu ini tertahan dan terpaksa berbalik arah. Selain itu, warga juga memblokir jalan ke Blok Cluster Vanesia, Pasadena, dan Sakaura.

Polsek Baabakan Madang terpaksa membubarkan mereka karena menggangu ketertiban umum. ‘Bubar!. Bubarkan semuanya! Demo sudah menggangu ketertiban dan keamanan,” perintah Kapolsek Babakan Madang AKP Darmawan. Kericuhan pecah, tapi tak berlanngsung lama setelah sejumlah tokoh masyarakat meredam emosi warganya.

Mereka lalu membuka kembali portal pintu masuk itu lalu menuju ke kantor pemasaran Perumahan Bukit Sentul City. “Sudah 15 kali kita lakukan pertemuan dengan PT BS, tapi janji untuk membayar lahan kami tak juga ditepati,” ujar koordinator aksi Endang Supriyatna.

Menurutnya, lahan seluas 147 hektar yang kini menjadi perumahan type Cluster Vanesia, Sakura, dan Pasadena milik warga Desa Sumur Batu. “Sejak 1942 kami menggarap tanah tersebut,” jelasnya. Berdasarkan Surat No. 500.1954.1999 tanggal 7 September 1999 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, tanah ini milik warga.

“Sesuai surat itupula BPN tidak akan mengeluarkan sertifikat sebelum ada pembayaran ganti rugi. Kenyataannya, PT BSl sudah memiliki sertifikat. Kami yakin ada permainan orang BPN,” paparnya seraya menyebutkan perjuangan akan terus dilakukan untuk mendapat ganti rugi dan sebelumnya mereka juga minta bantuan Panja Sengketa Tanah Komisi II DPRRI dan ke Komnas HAM.

Manageman PT BSl menolak memberikan keterangan kepada wartawan. Namun dari beberapa stafnya terungkap, jika PT BS akan membayar ganti rugi tersbeut jika sudah ada keputusan dari pengadilan. “Kasus ini sudah dibawa ranah hukum. Kita tunggu hasilnya, sebab negara kita negara hukum,” ucap seorang staf PT BS. (iwan)

Teks ; Warga demo di Kantor Pemasaran Perumahan Bukit Sentul City minta gantui rugi lahan mereka yang dicaplok pengembang perumahan elite ini.

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.