Delapan Ton Dimusnahkan

Harga Menggiurkan, Penyelundupan Trenggiling Meningkat

Selasa, 30 April 2013 — 17:56 WIB
MUSNAH1

BOGOR (Pos Kota) – Kementerian Kehutanan memusnahkan delapan ton trenggiling sitaan di kawasan Hutan Cifor, Kecamatan Bogor Barat, Selasa. Hewan pemakan semut yang dilindungi itu rencananya diselundupkan ke beberapa Negara Asia Timur lewat sejumlah bandara di Indonesia.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan Novianto Bambang mengatakan, trenggiling, termasuk satwa langka yang dilindungi. Namun, permintaan terhadap hewan pemakan semut ini tinggi sebab diyakini berkhasiat pengobatan tradisional China. “Harga jual yang ditawarkan pembeli mencapai Rp 5 juta per kg untuk trenggiling hidup dan Rp 3 juta-Rp 4 juta untuk trenggiling mati. Sementara masyarakat hanya menerima Rp 200.000 per kg untuk yang hidup dan Rp 100,000 per kg yang mati,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah trenggiling yang disita dari penyelundup bertambah setiap tahunnya. Data Kemenhut menyebutkan, selama 5 tahun terakhir terjadi 587 kasus, 35 di antaranya kasus penyelundupan trenggiling di beberapa provinsi seperti Sumatera Utara dan Barat, Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan Selatan dan Timur serta Lampung.

Penyelundupan trenggiling biasanya dilakukan dengan menyalahgunakan dokumen dan dicampur daging trenggiling dalam peti kemas ikan. Untuk mencegah penyelundupan hewan ini, Kemenhut akan memutus koneksi antara pengumpul dan pemodal. Namun di sisi lain, pintu ke luar negeri di bandara juga harus dijaga karena pengekspor suka membuat dokumen palsu. “Kami akan meningkatkan pengawasan dengan bea cukai karena saat membuka segel ada aturannya,” katanya. (iwan)

Teks ; Trigiling yang gagal diselundupkan ke luar negeri dibakar di kawasan hutan Cifor Bogor.(iwan)

Terbaru
Terpopuler
Jumat, 29 Mei 2015 — 17:08 WIB
Peristiwa
Jumat, 29 Mei 2015 — 16:56 WIB
Perampokan dan Pencurian
Jumat, 29 Mei 2015 — 16:48 WIB
Bola
Jumat, 29 Mei 2015 — 16:35 WIB
Perampokan dan Pencurian
Jumat, 29 Mei 2015 — 15:41 WIB
Ekonomi
Jumat, 29 Mei 2015 — 15:38 WIB
Sosbud
Jumat, 29 Mei 2015 — 15:18 WIB
Korupsi
Jumat, 29 Mei 2015 — 15:14 WIB
Hankam
Jumat, 29 Mei 2015 — 15:12 WIB
Ekonomi