Selasa, 30 April 2013 18:16:32 WIB

Ngaku Jenderal Polisi, Wanita Miliki Rp 1,2 Triliun Uang Palsu

jengkol304

BOGOR (Pos Kota) – Wanita lulusan SMP mengaku jenderal polisi berbintang dua ditangkap karena memiliki uang palsu Rp 1,2 triliun. Hj Umriyah alias Nuriyah binti Ibrahim 46, yang juga mengaku seorang gubernur, Selasa sore masih diperiksa Polres Bogor. Diketahui ternyata tersangka dalah residivis yang dua tahun lalu keluar dari LP Sukabumi.

Dalam aksinya, ia selalu menunjukkan foto memakai seragam polisi dengan dua bintang di pundaknya. Tidak itu saja, ia juga menunjukan foto dirinya memakai seragam gubernur warna putih-putih. Foto tersebut diakui, diambil saat dirinya dilantik menjadi gubernur.

Dalam kurun waktu dua tahun ni, mampu menghasilkan keuntungan Rp3 Miliar. Uang hasil kejahatan, lalu di investasikannya dalam bentuk rumah yang tersebar di wilayah Bandung, Jakarta, Tangerang dan Bogor.

Selain berinvestasi, pelaku juga beramal dengan mengadopsi dua anak yatim yang ia sekolahkan. Suami pelaku berinisial In 47, yang juga ikut dalam bisnis ini, kini menjadi buronan polisi, setelah kabur saat rumahnya digerebek Polres Bogor di Kampung Legok Muncang RT 02/15 Kelurahan Cipaku Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor Minggu (28/4) sekitar pukul 21.30 malam.

Aksinya tersangka mulai tercium polisi, saat Makmuri 38, warga Perum Duta Bandara Blok O No 41 RT 05/11 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Kosambi Kota Tangerang melapor ke Mapolsek Bogor Selatan Rabu (24/4).

Kepada polisi, korban mengaku, menerima uang pecahan seratus ribu palsu dari pelaku, saat melakukan penggadaan uang. Korban mengaku mau menginvestasikan uang Rp50 juta asli karena tergiur keuntungan besar dengan pelipat gandaan uang mencapai Rp500 juta.

Tindaklanjut laporan warga Perum Duta Bandara Blok O No 41 RT 05/11 Kelurahan Jatimulya Kecamatan Kosambi Kota Tangerang, polisi mengungkap peredaran uang palsu berbagai kurs yang jika ditotal mencapai Rp1,2 triliun.

Upal ini disimpan dalam satu koper travel besar warna hitam. Suami pelaku diburu, karena ikut membantu aksi istrinya.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama didampingi Kasat Reskrim, AKP Didik Purwanto Selasa (30/4) siang menuturkan, jaringan pelaku merupakan satu rangkaian dengan jaringan Sukabumi yang ditangkap beberapa sebelumnya.

“Jaringan Sukabumi yang kami ungkap itu, merupakan anak buah pelaku. Semacam estafet bisnis, karena saat itu pelaku sedang dalam penjara di Sukabumi. Namun begitu dia keluar, ia ambil alih kendali. Sekarang dia tertangkap lagi,”kata AKBP Bahtiar.

Pelaku kepada polisi mengaku, kalau ratusan ribu lembar uang palsu tersebut diterimanya dari Eyang Aswong dan Absah yang kini menjadi buronan polisi.

Kapolres AKBP Bahtiar sangat yakin, jika jaringan pelaku sangat terorganisir, kuat dan rapi dalam beroperasi. Pelaku yang sudah beroperasi sejak tahun 2009, sempat dibui selama satu tahun di LP Sukabumi untuk kasus yang sama.

Keluar dari penjara pelaku kembali beraksi dan mampu menghasilkan omset miliaran rupiah dengan korban dari kalangan menengah dan atas yang jumlahnya mencapai ratusan.

Pelaku yang sempat pingsan saat dihadirkan ke wartawan mengaku, keuntungan besar didapat dari penggadaan uang Brazil. Kepada korban, pelaku meminta, agar menyetor uang mahar dalam jumlah puluhan hingga ratusan juta, jika ingin uang Brazil peninggalan Bung Karno, Presiden pertama RI, keluar dari alam ghaib.

“Korban yang tergiur uang banyak, mau saja menyetor uang. Saat uang di setor, saya kabur. Beberapa waktu beristirahat, saya mencari korban lagi di wilayah lain juga dengan modus yang sama. Semua uang hasilkejahatan, saya pakai untuk keperluan keluarga, membiayai keperluan sekolah dua anak yatim serta foya-foya di mall dan berwisata,”papar Umriyah yang langsung pingsan.

Terkait foto dirinya yang memakai seragam polisi dengan pangkat Inspektur Jenderal, pelaku mengaku, hanya sebagai modus untuk meyakinkan korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 245 KUHP junto pasal 36 ayat 2 dan 3 UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang pidana penjara selama 15 tahun. (yopi)

Teks : Foto wanita penipu yang mengaku jenderal polisi dan gubernur

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.