Kamis, 2 Mei 2013 23:21:34 WIB

7 Istri Eyang Subur mejeng di TV

“Kami Hidup Rukun Seatap”

index

JAKARTA (Pos Kota) – Para isteri Eyang Subur akhirnya muncul di depan publik. Tiga istri muncul di acara SOS di Antv. Sehari kemudian, Kamis (2/5) tujuh dari 8 istri Eyang Subur mejeng di program Show Imah Trans TV. Mereka kompak menguak kehidupan rumahtangga selama  tinggal seatap.

Ketujuh wanita itu tampil kompak dengan busana seragam berwarna hitam dengan memakai perhiasan kalung, anting dan tas yang seragam pula. Enam dari mereka adalah Ny. Heri Mahwati, Anissa, Nita (mantan istri artis Septian Dwicahyo), Noni, Wati, Heni. Salah satu istri Eyang yang merupakan kakak beradik tidak diajak tampil.

Acara yang dipandu Soimah dan Deswita Maharani, menampilkan sisi menarik kehidupan pria yang diminta menceraikan 4 istrinya berdasarkan fatwa MUI.

Ny.Heri Mahwati, isteri pertama, dengan santai menjawab pertanyaan Soimah. “Saya dan isteri-isteri yang lain bisa hidup rukun karena Eyang itu bijak, bertanggung jawab sama kami semuanya,” tutur Ny.Heri.

Hal tersebut dibenarkan Nita, isteri lainnya. “Eyang orangnya romantis, suka becanda dan jarang marah,” ucap Nita, mantan isteri aktor Septian Dwi Cahyo.

Ny.Heri menambahkan, rumah Eyang Subur dihuni 60 orang yakni anak, isteri, cucu dan pembantu. “Kita semua ngumpul karena Eyang enggak mau kita mencar-mencar. Jadi kita hidup menyatu satu rumah. Belanja bareng dan dibebaskan sama Eyang untuk membeli keperluan masing-masing,” ungkapnya. Diungkapkannya, Eyang Subur mengeluarkan Rp50 juta untuk keperluan para istrinya setiap bulan.

TEMAN KECIL

Ny.Heri yang merupakan teman kecil Eyang sewaktu di Jombang Jawa Timur, mengatakan, ia bersama para madunya memakai baju seragam jika menghadiri acara penting. “Kita memang suka ada perbedaan pendapat, tapi enggak sampai ribut besar. Cemburu itu biasa sebagai tanda sayang,” ucap Ny.Heri.

Sedangkan Noni, mengaku, terpikat sama Eyang Subur lantaran budi baiknya. “Eyang itu sahabat dari almarhum ayah saya. Eyang itu baik dan menolong saya.”

Sedangkan Nita mengaku kepincut sama Eyang lantaran pria 67 tahun itu menerima dirinya apa adanya.
“Saya janda anak dua. Eyang mau menerima saya apa adanya. Itu yang membuat saya suka.”

Heru, salah satu dari 16 anak Eyang Subur, juga menghormati bapaknya. “Saya bangga dengan bapak saya Eyang Subur. Mungkin di dunia ini hanya beliau  yang berlaku baik dan bijak,” puji  Heru.

Karena merasa hidupnya bahagia, para istri Eyang Subur ini menolak keputusan MUI, bahkan melalui pengacaranya mereka akan menggugat MUI. Sebelum mejeng di TV ketujuh perempuan itu mendatangi Polda Metro Jaya melaporkan Adi Bing Slamet dengan tuduhan pencemaran nama baik.

LAPOR KE POLDA

Perseteruan Adi Bing Slamet dengan Eyang Subur masih berlanjut. Dengan dukungan Tim Pengacara Muslim (TPM), Adi melaporkan Eyang Subur ke Polda Metro Jaya, pada Kamis (2/5) siang.

Dukungan terhadap Adi itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina TPM, Muhammad Mahendradata.
“Saya sebagai Ketua Dewan Pembina TPM menegaskan ke publik Insya Allah akan membela Adi karena ada bukti yang cukup kalau Subur melakukan tindakan penodaan agama,” ujar Mahendra.

Eyang Subur sebelumnya juga telah divonis MUI menyimpang dari syariat Islam. Mahendra menilai Subur tidak melaksanakan fatwa MUI.

“Yang paling gampang dibuktikan adalah Subur memiliki lebih dari empat istri. Itu jelas melanggar syariat Islam. MUI juga telah mengeluarkan fatwa tentang itu tapi sampai sekarang tidak ada indikasi Subur melaksanakannya,” tandasnya.

TANGGAPAN MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempersilakan istri-istri Eyang Subur mengguggat Fatwa MUI. “Ya, ini benar-benar aneh kalau istri-istri Eyang Subur menggugat Fatwa MUI, karenanya silakan saja mereka menggugatnya,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, MUI mengeluarkan fatwa agar Eyang Subur melepaskan istrinya dari nomor 5 dan seterusnya, karena pernikahannya tidak sah. “MUI menggunakan kata melepaskan, bukan kata menceraikan, karena memang perkawinannya tidak sah secara hukum syariah,” papar Ma’ruf. (mia/percoyok/johara/rf/ird)

teks: Tiga isteri Eyang Subur yakni Heri Mahwati, istri pertama, Ani dan Nita Septrani saat tampil di SOS Antv.(ist)

(foto di rileks/ file: rileks)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.