Malaysia Hadapi Pemilu Paling Bersaing

Kamis, 2 Mei 2013
Pemilu Malaysia01-n

KUALA LUMPUR -   Malaysia menghadapi kampanye pemilihan umum dengan tingkat persaingan tertinggi sepanjang sejarah 56 tahun kemerdekaan negara tersebut.

Malaysia's Prime Minister Najib Razak is greeted by youngsters after launching the "Voices of My Generation" youth programme in Kuala Lumpur

Najib Razak yang juga dikenal sebagai Perdana Menteri Malaysia, di tengah pendukung Barisan Nasional – Reuters.

Pada hari Minggu (5/2), rakyat Malaysia akan memberikan suara mereka setelah kandidat-kandidat melakukan kampanye besar-besaran di seluruh negara, dari Sarawak dan Sabah di Borneo, dan dari ujung Penang ke Johor.

Kampanye pemilu di Malaysia menunjukkan peningkatan aktivitas, dan negara bagian Johor, tempat kelahiran partai dominan dalam politik negara tersebut, United Malays National Organisation (UMNO), bisa jadi merupakan barometer awal hasil akhir pemilu.

Para analis setuju bahwa koalisi partai berkuasa, Barisan Nasional (BN), belum pernah mendapatkan persaingan sebesar sekarang ini untuk mempertahan kendali pemerintahan di Malaysia.

Malaysia's opposition leader Anwar Ibrahim is greeted by supporters as he leaves after an election campaign rally outside Kuala Lumpur

Anwar Ibrahim dari Partai Oposisi, di tengah pendukungnya. – Reuters

BN mengatakan memiliki keyakinan menang, tapi mengakui pihak oposisi telah menyebabkan tekanan yang besar secara lebih terorganisir.

Analis pemilu mengatakan saat ini belum pasti siapa yang akan keluar sebagai pemenang.

Perdana Menteri Najib Razak mendorong untuk kontinuitas di Malaysia. “Pesan kami kepada rakyat Malaysia adalah: lihat sebanyak apa yang telah kami lakukan selama empat tahun terakhir. Kalau Anda memberi mandat, saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami akan lebih baik lagi selama lima tahun ke depan,” katanya.

Melalui jejaring sosial, Najib Razak menyatakan pentingnya negara bagian Johor, di mana partainya sendiri mendapat tekanan besar dari pihak oposisi, Pakatan Rakyat.

Jalan yang moderat di Johor telah sukses selama ini. Mari kita terus rengkuh sukses ini untuk perjuangan kita untuk Malaysia – Najib Razak (@NajibRazak)

Sedangkan pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim, mengatakan dia sangat terdorong oleh meningkatnya semangat publik, dan mengatakan kepada para calon pemilih bahwa sebuah kesadaran baru sedang dibangun di Malaysia.

Mari kita bekerja sebagai sebuah tim, satu keluarga Malaysia bekerja sama untuk membuat bangsa ini menjadi bangsa yang hebat – Anwar Ibrahim (@anwaribrahim)

Tiga belas juta pemilih Malaysia terdaftar dalam pemilihan yang akan diadakan pada tanggal 5 Mei, dan 20 persen di antara mereka adalah pemilih pertama kali.

Koalisi Barisan Nasional dipimpin oleh Perdana Menteri Najib Razak. Dia menerbitkan manifesto partainya “Janji Harapan” pada tanggal 6 April. Manifesto tersebut menjanjikan peningkatan dukungan finansial bagi keluarga dan fokus atas pengembangan ekonomi negara.

Perdana Menteri berkuasa ini juga telah memperluas kebijakan sosial BN untuk memberi respons atas keinginan perubahan sosial di Malaysia. Contohnya, dia mendorong keterlibatan yang lebih besar dari kaum perempuan dalam koalisi dan mengakui keinginan untuk lebih banyak kebebasan dari kalangan muda Malaysia.

Manifesto tersebut menulis bahwa “pemuda kita saat ini adalah dua per tiga populasi dan suara mereka tidak bisa diabaikan.”

Saat ini ada perbedaan antara anggota Barisan Nasional tentang seperti apa dan secepat apa strategi liberalisasi koalisi tersebut diberlakukan.

Koalisi Oposisi Pakatan Rakyat dipimpin oleh mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Koalisi tersebut beranggotakan partai-partai yang mengusung filsafat dan kaum etnis yang berbeda-beda dan bersatu dalam isu-isu politik etnisitas Malaysia.

Sebagai sebuah kelompok pada tingkat federal/nasional, mereka belum pernah diuji sebagai sebuah unit politik yang memiliki pijakan politik yang terperinci dan disetujui semua pihak koalisi.

Termasuk dalam kelompok ini adalah Democratic Action Party (DAP) yang merupakan partai oposisi tertua di Malaysia. DAP adalah partai yang beranggotakan orang-orang dari etnisitas yang berbeda-beda dengan konstituen utama keturunan Tionghoa di Malaysia.

Dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS) adalah partai yang mendukung Islamisasi kehidupan politik di Malaysia.

Pada pemilihan sebelumnya, Barisan Nasional menghadapi yang disebut sebagai ‘tsunami pemilu’ ketika dukungan atas pihak oposisi meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pemilihan tersebut, BN kehilangan posisi mayoritas dua per tiga parlemen federal, tapi cukup mendapat suara untuk kembali menduduki tampuk kekuasaan.

Saat ini, menurut Dr Amrita Malhi dari Hawke Research Institute di University of South Australia “pemilu ini berada di ujung tanduk.” Katanya:  “Antisipasi terus meningkat. Ini adalah kontes politik terpanas yang pernah disaksikan rakyat Malaysia.”.

BERSIH

Selama beberapa tahun terakhir ini sebuah pergerakan akar rumput ‘Bersih’ telah mengalami pertumbuhan pesat. Pendukung mereka, dengan baju berwarna kuning, telah mengadakan beberapa demonstrasi besar-besaran.

‘Bersih’ mengatakan daftar pemilihan umum Malaysia tidak akurat dan harus diperbaiki. dalam situs internetnya, Bersih mendaftarkan perubahan yang mereka inginkan untuk Malaysia:

(1)  Daftar pemilihan dipenuhi dengan informasi yang tidak jelas, seperti terdaftarnya orang yang telah meninggal dunia dan orang-orang yang terdaftar dalam alamat yang tidak ada.
(2) Daftar pemilihan ini harus diperbaiki dengan data terbaru untuk menghapuskan ‘pemilih siluman’ ini.

(3) Rakyat Malaysia memiliki hak untuk daftar pemilih yang merupakan cerminan akurat dari populasi pemilih di negara tersebut. (ABC/d)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.