Sabtu, 4 Mei 2013 16:00:21 WIB

BBM Naik, Pemerintah Kucurkan BLT

isi-bensin

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah mengklaim kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tanpa disertai bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM)  dapat meningkatkan kemiskinan dari 11,66 persen pada saat ini menjadi 13 persen.

“Berkaca dari prediksi itu pemerintah meminta pengertian semua pihak bahwa kenaikan BBM mutlak harus disertai  dana kompensasi BLSM,” sebut Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono, di Jakarta, Jumat.

Menurut Menko, kenaikan BBM bakal menimbulkan inflasi, harga sembako naik, harga
angkutan naik dan sebagainya. “Tanpa kompensasi langsung kemiskinan semakin
dalam,” ujarnya.

Menko menjelaskan, pemberian kompensasi BLSM ini sesuai dengan arahan Presiden SBY. Kala itu presiden menginstruksikan daya beli masyarakat harus dipertahankan dan kemiskinan absolut pada tahun ini jangan sampai bertambah gara-gara harga BBM naik.

Mengingat mendesaknya kebutuhan dana BLSM, pemerintah berharap pembahasan APBNP untuk tahun ini di DPR-RI bisa dipercepat.
Menurut Menko, pemerintah
ingin pada akhir Mei atau awal Juni APBNP sudah bisa disepakati. Pasalnya
dana BSLM bakal bersumber dari APBNP yang harus disepakati pemerintah dan
DPR-RI.

Menko mengaku belum bisa menentukan besaran dana dan cakupan penerima BSLM. Itu semua, kata dia, tergantung dari pembahasan di DPR nanti. Yang jelas, lanjutnya, pemerintah ingin dana BLSM berkisar antara Rp100 ribu-Rp150 ribu per rumah tangga sasaran (RTS) per bulan.

Jumlah penerima sebanyak 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) atau ekuivalen dengan 65 juta jiwa.  BLSM diberikan kepada RTS sangat miskin selama 3-6 bulan.

Agung  juga mengatakan, kecurigaan bahwa BLSM bakal disalahgunakan untuk kepentingan politik dinilainya terlalu berlebihan. “Masak kita mau menolong orang miskin malah dicurigai,” serunya.

Kalau perlu, lanjut Menko, sesuai usulan presiden saat pembagian BSLM semua partai boleh ikut serta mengibarkan benderanya di lapangan agar masyarakat tidak salah tangkap pemberian BSLM hanya bersumber dari partai tertentu.

BLSM dulunya bernama Bantuan Langsung Tunai (BLT). Model bantuan seperti BLT adalah dana hibah sosial tanpa syarat (unconditionally cash transfer) yang kerap digunakan pemerintah sebagai bentuk kompensasi dari kenaikan harga BBM. Di luar negeri jenis hibah sosial seperti ini sudah jarang dipakai karena kerap terjadi masalah salah penggunaan dan tujuan di lapangan.

PERLUASAN BANTUAN

Kendati telah merencanakan memberikan BSLM sebagai kompensasi jika BBM jadi dinaikan, pemerintah juga masih memberikan kompensasi lain. Kompensasi itu adalah dengan memperluas cakupan dan memperbesar alokasi dana dari program-program penanggulangan kemiskinan yang sudah ada.

Program-program itu adalah Beras Miskin (Raskin), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Untuk saat ini Raskin diberikan pada 15,5 juta RTS sangat miskin. Masing-masing RTS mendapatkan jatah 15 kg beras per bulan sebanyak 12 kali dalam satu tahun. Nantinya jatah beras diusulkan bertambah menjadi 20 kg dan diberikan 15-16 kali dalam setahun.

Sedangkan PKH pada saat ini diberikan untuk 2,4 juta RTS. Jika dirata-rata, setiap RTS mendapat hibah sebesar Rp1,4 juta per tahun. Dengan bakal dinaikannya harga BBM, pemerintah mengusulkan penambahan alokasi dana PKH sehingga rata-rata hibah per tahun per RTS meningkat jadi Rp1,8 juta.

PKH adalah program hibah bersyarat (conditionally cash transfer) bagi rumah tangga sangat miskin. Bantuan diberikan pada rumah tangga miskin yang memiliki ibu hamil dan anak. Syarat bantuan diberikan adalah penerima bantuan harus memeriksakan kehamilan ke sarana kesehatan dan menyekolahkan anak mereka.

Jika syarat bantuan itu tidak dipenuhi, maka petugas pendamping bakal  merekomendasikan bantuan pada keluarga bersangkutan dicabut.

Terakhir bantuan yang akan diperluas adalah BSM. Pada saat ini melalui program BSM, telah dibagikan beasiswa pada siswa miskin sebanyak 9,5 juta orang. Ke depan pemerintah mengusulkan cakupan beasiswa ditingkatkan menjadi 17,2 juta siswa atau 30 persen dari total siswa di Indonesia.

Tidak hanya itu, alokasi dana yang diterima juga ditingkatkan. Saat ini hibah beasiswa pada siswa SD sekitar Rp340 ribu per tahun, diusulkan naik menjadi Rp450 ribu jika harga BBM jadi dinaikan.

Kenaikan serupa juga rencananya bakal diberikan pada siswa SMP yang saat ini mendapat jatah Rp700 ribu per tahun dan SMA yang Rp1 juta per tahun. (aby/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.