Sunday, 24 June 2018

Migran Bukan Solusi Mengatasi Masalah Kependudukan

Sabtu, 4 Mei 2013 — 4:58 WIB
Soedibyo ALimoeso

JAKARTA (Pos Kota) – Sidang Komisi Kependudukan dan Pembangunan atau CPD (commission on population and development) ke-46 yang berlangsung di New York menyepakati bahwa migrasi bukanlah solusi utama untuk mengatasi persoalan kependudukan.

Sebab migrasi merupakan perpindahan penduduk yang sifatnya tidak bersentuhan langsung dengan pengendalian jumlah penduduk dunia.

“Justeru migrasi akan melahirkan persoalan yang cukup kompleks yang membutuhkan solusi secara komprehensif bisa dalam satu negara, bisa pula antar negara,” papar Plt Kepala BKKBN Soedibyo Alimoeso dalam laporan hasil sidang CPD, kemarin.

Mengutip pernyataan Sekjen PBB Ban Ki Moon, Soedibyo mengatakan migrasi sering menimbulkan persoalan serius. Mulai dari perdagangan manusia, eksploitasi seks dan penistaan terhadap kaum migrant.

Pada sejumlah kasus di negara kecil, migrasi juga menimbulkan kerugian ketika penduduk yang melakukan migrant ke negara maju adalah yang berpendidikan tinggi.

“Meski negara kecil diuntungkan dengan uang devisa dari para migrant itu sendiri, tetapi nilainya menjadi tidak sebanding,” lanjut Soedibyo.

Karena itu, sidang CPD yang diketuai utusan Republik of Maldova Mr Clad Lupan menyepakati bahwa perlu kebijakan bersama lintas negara untuk membangun zona aman bagi kaum migrant ini. Termasuk kebijakan bersama untuk menyediakan lapangan kerja  dan identitas resmi lainnya.

Soedibyo mengatakan Indonesia menaruh perhatian tinggi terhadap persoalan penduduk migrant karena jumlah penduduk Indonesia yang bekerja diluar negeri cukup tinggi. Data terakhir menyebutkan saat ini sekitar 4,2 juta penduduk Indonesia menjadi pekerja migrant di sejumlah negara. Dari jumlah tersebut, lebih dari 75 persen merupakan kaum perempuan.

“Kita sudah memberikan aturan yang jelas tentang perlindungan pekerja migrant termasuk bagaimana meningkatkan ketrampilan kerja mereka,” pungkas Soedibyo. (inung/d)

Plt Kepala BKKBN Soedibyo Alimoeso. (inung)