Thursday, 19 September 2019

Makna Trilogi

Senin, 6 Mei 2013 — 14:27 WIB

PEMBANGUNAN tanpa arah dan tujuan serta tanpa landasan nilai-nilai yang kuat dan tanpa program-program yang jelas, jika di umpamakan sebagai pesawat udara adalah pesawat udara tanpa pilot, atau kapal laut tanpa nahkoda. Dan jika itu terjadi, maka tunggu waktu saja, bangsa itu akan runtuh dan hancur jatuh terpuruk.

Untuk itulah pembangunan perlu dasar yang lebih kongkrit. Sebagaimana damanatkan oleh sebagian rakyat bahwa pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah “pembangunan manusia seutuhnya”.

Hal ini berarti bahwa pembangunan nasional tidak hanya mengejar kemakmuran lahiriah semata, seperti sandang, pangan dan papan. Atau kepuasan batiniah saja, seperti rasa aman, kesempatan pendidikan, bebas mengeluarkan pendapat, mewujutkan rasa keadilan dan sebagainya. Melainkan keselarasan, keseimbangan antar keduanya. Pembangunan juga harus merata di seluruh wilayah Indonesia. Diselenggarakan bukan hanya untuk segolongan rakyat, melainkan untuk seluruh rakyat.

Bangsa Indonesia juga menghendaki po la keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara sesama manusia serta lingkungan alam sekitarnya, keselarasan hubungan antara bangsa-bangsa dan juga keselarasan cita-cita hidup di dunia dan di akhirat.

Karena kehidupan manusia dan masyarakat serba selaras, arah tujuan akhir pembangunan nasional yang secara bulat disepakati disebut masyarakat maju, adil, makmur dan demokratis, sesuai dengan Pancasila. Untuk itu pembangunan nasional juga untuk mewujutkan tata norma dan nilai Pancasila menjadi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari.

Disadari pula arah dan tujuan rencana-rencana pembangunan antara lain: Pertama meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesejahteraan seluruh rakyat secara adil. Kedua meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya.
Berdasarkan hal tersebut, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Undang-Undang Dasar 1945 pembangunan harus berlandaskan pada 3 hal yang meliputi; 1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang menuju pada cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Pertumbuhan yang cukup tinggi. Dan 3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.

Hal tersebut dinamakan “Trilogi Pembangunan”, dimana ketiga unsur itu saling kait mengkait. Dan karena itu ketiga-tiganya harus dikembangkan secara serasi dan saling memperkuat. Sebagai contoh misalnya, pemerataan pembangunan telah dicapai, serta pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, karena tidak ada stabilitas nasional yang kuat, termasuk stabilitas politik, ekonomi, sosial budaya, hukum, pertahanan dan keamanan, maka akan terjerumus kedalam hal-hal yang tidak baik. Demikian juga jika stabilitas nasional yang sehat dan dinamis, jika tidak dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, maka rakyat Indonesia akan terjebak dalam belenggu kesengsaraan.

Itulah makna dari  “Trilogi Pembangunan” yang harus diciptakan. Seiring dengan hal itu rakyat mengharapkan Pemerintah SBY mampu mencerna masalah itu.*