Friday, 23 August 2019

Tatiek Fauzi Bowo : Titip Lansia ke Panti Tidak Tepat

Senin, 6 Mei 2013 — 20:50 WIB
lansia65

JAKARTA (Pos Kota)- Penanganan orang lanjut usia (Lansia) melalui metode pendampingan di rumah (home care) dinilai menjadi cara yang paling efektif dan manusiawi dibanding cara lain termasuk menitipkan lansia di panti sosial. Karena itu Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) berencana pengembangkan metode home care ke seluruh Indonesia.

Ketua Umum BK3S Ny Tatiek Fauzi Bowo di sela temu wicara organisasi sosial lansia, Senin (6/5) mengatakan, menitipkan lansia ke panti jompo atau panti sosial hendaknya menjadi alternatif terakhir. Sebab sebaik dan sebagus apapun bangunan panti, tetap saja itu bukan rumah ideal bagi seorang lansia.

Ny Tatiek berpendapat bahwa rumah yang paling cocok untuk lansia adalah keluarga sendiri. Berkumpul dengan anak-anak, lingkungan sosialnya, bahkan cucu dan cicitnya.

Tetapi sayangnya, saat ini banyak lansia terlantar. Selain tidak memiliki keluarga, mereka juga tidak memiliki jaminan sosial dan jaminan hari tua. Akibatnya, panti sosial menjadi hunian yang harus dipilih daripada hidup menggelandang atau hidup ditengah keluarga yang serba kekurangan.

Metode home care sendiri dikatakan Ketua Yayasan Emong Lansia Ny Eva Sabdono, saat ini sudah dikembangkan di 20 provinsi dan 34 kabupaten/kota di Indonesia. Metode ini memfokuskan diri pada pendampingan orang lansia oleh para relawan.

“Jadi lansia tidak perlu terpisah dari keluarganya. Relawan bisa mendatanginya setiap saat untuk membantu dan merawat lansia,” jelas Eva.

Dengan cara seperti ini, seorang lansia akan bisa menikmati akhir hidupnya dengan tenang ditengah-tengah keluarga. (inung)

Teks :Ketua Umum BK3S Ny tatiek Fauzi Bowo saat temu wicara organisasi sosial