Kamis, 9 Mei 2013 16:47:39 WIB

Dana Bantuan buat Posyandu Disunat di Kecamatan

posyandu

BOGOR (Pos Kota) – Dana bantuan  buat Posyandu yang tersebar di sejumah kampung di setiap desa di Kabupaten Bogor  disunat pihak kecamatan.

Seperti dilakukan pemerintahan Kecamatan Parung dan Kemang yang memotong bantuan dana sebesar Rp 1 juta bagi setiap Posyandu dari Pemprov Jabar  antara Rp 150 ribu- Rp 500 ribu.

Sejumlah kades di kecamatan ini mengeluhkan pemotongan. “Di desa saya terdapat 10 Posyandu, setiap posyandu dipotong Rp 150 ribu dari Rp 1 juta yang  seharusnya  diterima kader posyandu,”  kata  Kades Parung, Kecamatan Parung Nurwidia.  Tidak utuhnya dana bantuan ini ini setelah para kader melapor ke kantor desa.

“Dana bantuan ini  dari Pemprov Jabar lewat pemkab lalu ke kecamatan  kemudian diserahkan ke setiap posyandu,” jelasnya. Dia lalu menanyakan ke kecamatan, jawabannya buat biaya admintrasi. “Padahal Gubernur Jabar  Ahmad Heryawan sudah perintahkan dana bantuan ini harus utuh  ke kader Posyandu,” tambahnya.

Pemotongan juga terjadi di Desa Tegal, Kecamatan Kemang “Para kader Posyandu di desa saya malah hanya menerima Rp 500 ribu,” ucap Kades Tegal Elis.

Menurutnya, setelah dia mengecek ke kecamatan, diketahui pemotongan ini dibelanjakan buat peralatan Posyandu, seperti timbangan bayi, dan alat pengukur tinggi. “Tapi  harganya sampai Rop 500 ribu? Kenapa tidak diserahkan kepada para kader untuk membelinya?” katanya seraya bertanya.

Kabid Program Desa Mandiri  Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bogor Tika Sitijatnika mengatakan,  setiap bantuan Posyandu tidak boleh dipotong, sebab mulai tingkat kecamatan hingga desa juga mendapat bantuan  dari Pemrov Jabar.

Untuk Kelompok Kerja Operasinal (Pokjanal) Kecamatan mendapat  Rp2,5 juta, Pokjadesa Rp1 juta dan Posyandu Rp1 juta.

“Nah, kalau benar dipotong buat biaya administrasi jelas pelanggaran dan harus dikembalikan. Kami akan panggil camat dan kasi kesra. Apapun alasanya uang  Rp `150 ribu itu harus  diserahkan ke kader posyandu,” tegasnya.

Sedangkan untuk KecamtanKemang diakuinya setelah mendapat laporan  pihaknya  memanggil Camat dan Kasi Kesra. ”Mereka mengakui  pemotongan sebesar Rp500 ribu buat  belanja berbagai peralatan Posyandu agar lebih murah,” katanya.

Kebijakan ini tidak menyalahi, sebab   sudah ada kesepakatan antara Pokjanal Posyandu dan  Pokja desa. “Selain itu dibuktikan dengan berita acara dan  fajtr pembelian peralatan Posyandu,” katanya. (iwan/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.