Terganggu Disebut Wanita Simpanan

Vitalia Anggap Fathanah Hanya Sebagai Kakak

Jumat, 10 Mei 2013
vitalia

JAKARTA (Pos Kota) – Nama Vitalia Shesya mencuat setelah terseret-seret Ahmad Fathanah, tersangka kasus pencucian uang terkait dugaan suap impor daging sapi. Model majalah pria dewasa ini pun mengaku pernah diberi sejumlah harta yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya tidak pernah dikasih uang yang jumlahnya Rp 200 juta. Tapi dari semua yang dikasih Mas Ahmad ke saya, kira-kira itu jumlahnya Rp200 jutaan,” ungkap wanita seksi bernama asli Andi Novitalia ini, saat berkunjung ke salah satu redaksi televisi swasta, di Jakarta, Kamis (9/5).

Pemberian yang dimaksud berupa mobil Honda Jazz dan jam mahal bermerek Chopard. Selain itu, Vita juga mengaku pernah dibukakan kamar di Hotel Le Meridien untuk merayakan pergantian tahun 2012 menuju 2013. “Saya pernah dibukain kamar di Hotel Le Meridien pada Tahun Baru. Itu karena dia sudah kenal sama anak-anak saya, itu memang dia bukain kamar untuk anak-anak, bukan untuk saya.”

Namun, Vita membantah bila malam itu dirinya bertemu dengan pria yang ia kenal sebagai Ahmad Maulana itu. “Dia tidak datang, dan saya juga pergi, jadi anak-anak main sama pembantu saya. Pas di sana ya anak-anak berenang tapi Mas Ahmad enggak datang,” tambah janda beranak dua itu.

Terhadap Fathanah, Vita sendiri mengaku hanya menganggapnya sebagai kakak. Dia merasa terganggu dengan kabar tak sedap yang menyebut dirinya telah menjadi wanita simpanan Fathanah. “Mas Ahmad hanya Vita anggap sebagai kakak saja. Saya justru lebih banyak memberikan saran kepada beliau untuk kembali kepada istrinya,” tutur Vita.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ahmad Fathanah sebagai tersangka dalam dua kasus sekaligus. Bersama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, ia disangkakan dengan kasus dugaan pencucian uang dan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi.

KPK menelusuri, hasil pencucian uang itu mengalir ke sejumlah perempuan cantik. Selain Vitalia Shesya, Fathanah juga pernah memberikan sejumlah uang kepada artis Ayu Azhari, mahasiswi Maharani Suciyono, dan seorang wanita bernama Tri Kurnia Rahayu, yang diketahui sebagai penyanyi dangdut dengan nama beken Nia Karina.

Ayu Azhari mengaku sempat dijanjikan pekerjaan untuk menghibur kampanye di sejumlah daerah. Lantaran itu, perempuan bernama asli Siti Khadijah Azhari itu sempat menerima duit panjer senilai Rp20 juta dan
1.800 dolar AS. Uang itu telah diserahkan Ayu kepada KPK, Jumat (3/5).

Sebelumnya, ketika pertama kali ditangkap, Fathanah kedapatan berduaan di dalam kamar Hotel Le Meridien bersama Maharani Suciyono. Dari tas Maharani, KPK menyita uang Rp10 juta. Mahasiswi universitas swasta di Jakarta ini mengaku uang sebanyak itu diberikan Fathanah karena telah menemani suami dari Sefti Sanustika itu mengobrol.

Terakhir, Tri Kurnia Rahayu ikut menyerahkan aset berupa mobil Honda Freed, gelang Hermes kisaran harga Rp50-70 juta, dan jam tangan Rolex di atas Rp10 juta untuk disita KPK. Seluruh barang ini diakui Tri sebagai hadiah dari Fathanah. Kepada KPK, Tri mengaku hanya sebagai teman Ahmad Fathanah, sama seperti Vitalia Sesha, dan Ayu Azhari. (julian)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.