Senin, 13 Mei 2013 12:11:31 WIB

Bus Rombongan Masuk Jurang, Empat Tewas 17 Luka

bus

SEMARANG (Pos Kota) – Bus yang ditumpangi rombongan jamaah tahlil mengalami kecelakaan di Rembang Jawa Tengah, hingga menyebabkan empat orang tewas dan tujuh belas penumpang lainnya luka parah dan ringan. Kecelakaan tunggal Minggu petang (12/5) dialami PO Bus Indah K-1504- BD yang mengangkut jamaah tahlil warga RT 5 RW 1, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Rembang terjun ke laut di pinggir jalur pantura Desa Robyong, Kecamatan Sluke, Rembang, Jateng.

Menurut laporan di Polda Jateng , kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Empat korban tewas adalah, Mardiyah,50, Sarmi,50, Mibin Salam,50, dan Alvin,5. Satu orang meninggal di lokasi, dua tewas dalam perjalanan, dan seorang yang lain mengembuskan napas terakhir saat tiba di RSUD dokter R Soetrasno Rembang. Tujuh belas penumpang lainnya luka parah dan ringan. Saat itu, rombongan tersebut hendak menjenguk H Kalimi, tetangga mereka yang dirawat di RSUD dokter R Soetrasno. Bus melaju dari arah timur ke barat.

Sampai di lokasi kejadian yang merupakan turunan dan agak menikung, bus yang dikemudikan oleh Samadun,40, warga Desa Sendangmulyo, mendadak oleng ke arah kanan. Pengemudi bus panik dan tidak mampu menguasai kendaraan sehingga bus masuk ke jurang dekat laut utara jalan . Seketika kejadian itu membuat para penumpang histeris dan panik . Begitu bus terjun ke jurang di bawah tebing setinggi tujuh meter, penumpang yang rata-rata perempuan langsung berusaha keluar lewat jendela.

Mereka meraba-raba dan mencari jendela di tengah kegelapan. Sebagian pingsan di dalam bus. Beruntung bus menyangkut di batu karang dan tidak sempat masuk ke air laut . Melalui jalan yang terjal , warga yang melintasi jalan pantura Robyong langsung berusaha memberi pertolongan. Warga bersama aparat Polres Rembang dan petugas Puskesmas Sluke mengevakuasi korban ke RSUD dokter R Soetrasno. Evakuasi itu menyebabkan jalur pantura tersendat kurang lebih satu jam.

Kasat Lantas Polres Rembang AKP Sugino mengatakan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara, pengemudi kurang waspada. ”Selain itu, tempat kejadian minim pengaman atau pembatas jalan. Akibatnya, ketika bus oleng ke kanan, tidak ada yang menahan .Sementara itu, jerit tangis pecah saat korban tiba di rumah sakit. Sebelumnya, rombongan lain dari Desa Sendangmulyo terlebih dahulu tiba di RSUD.

Isak tangis tak terelakkan ketika mereka melihat kondisi korban yang tewas ataupun lukaluka. Menurut keterangan , rombongan yang menjenguk orang sakit itu dibagi menjadi dua. Satu rombongan naik bus yang mengalami kecelakaan itu, satu rombongan lainnya naik bus umum Semarang Surabaya . Kasus kecelakaan tunggal tersebut ditangani aparat satlantas Polres Rembang . Pengemudi bus masih menjalani pemeriksaan intensif .

(suatmadji/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.