Selasa, 14 Mei 2013 18:23:14 WIB

Penghuni Dilarang Satpam Keluar Rusun Pinus Elok

pinuselok145

CAKUNG (Pos Kota) – Gaji belum dibayar, belasan karyawan Rusun Pinus Elok, Penggilingan Cakung, Jakarta Timur, menahan penghuni dengan menutup pintu masuk. Selasa (14/5).

Penghuni rumah susun di Komplek Taman Pulo Indah Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jaktim, tidak bisa keluar .

Menurut Ilham, 25, satpam yang bekerja di rusun tersebut mereka mengaku kesal dengan pihak pengelola rusun tidak membayar gaji mereka Rp 1,5 juta perbulan setiap tanggal 5.

“Ya ini masalah untuk biaya makan anak istri! Udah gaji kecil kami terpaksa melakukan ini dalam bentuk kekecewaan kami,” ungkapnya.

Sebanyak 15 karyawan, terdiri dari satpam, office boy, teknisi, dan administrasi sebelumnya juga terjadi keterlambatan gaji. “Sebelumnya tiga bulan belum digaji,” ucapnya.

Akibat penutupan gerbang pintu masuk rusun tersebut, membuat 100 KK penghuni tidak bisa keluar dari Senin (13/5). Lola, 35, penghuni rusun Blok A1 yang sekaligus Istri RT 10/18 Rusunawa Pinus Elok memahami tindakan karyawan yang belum mendapatkan gaji itu.

“Dari kemarin kami tidak bisa keluarkan kendaraan kami hanya diizinkan untuk makan ke warung sebrang aja . Tapi kami memahami kondisi mereka,” kata mantan warga korban penggusuran Guntur, Setiabudi, Jaksel.

Akibat kejadian tersebut sampah penghuni menumpuk dan warga . Sekira pk. 12:00 siang petugas Polsek Cakung tiba di lokasi untuk membuka pintu pagar masuk yang digembok.

Kepala UPT Rusun Pinus Elok, Cakung, Jaktim saat ingin dikonfirmasi di kantornya tidak ada. Sebelumnya puluhan warga korban penggusuran Guntur, Setiabudi, Jaksel direlokasi ke Rusun Pinus Elok yang diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.(M1)

Teks : Suasana Rusun Pinus Elok, Cakung, Jaktim

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.