Friday, 24 November 2017

Waspada! Kanker Serviks Mematikan

Selasa, 14 Mei 2013 — 17:04 WIB
Durenkre145

JAKARTA (Pos Kota)- Pola hidup yang kurang sehat dan perilaku seks yang tidak aman memicu naiknya kasus kanker serviks di DKI Jakarta. Survei Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada 2012, dari 50.902 responden perempuaan, sekitar 3,2 persen ditemukan positif terkena kanker serviks.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati, penyakit kanker serviks juga telah bergeser menjadi pemicu kematian nomor 3 dari peringkat 5 di DKI dalam 4 tahun terakhir ini.

“Itu artinya semakin banyak warga DKI Jakarta yang terancam penyakit kanker serviks,” papar Dien di sela peluncuran Bulan Cegah Kanker Serviks (Bucekas) hasil kerjasama Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Female Cancer Program (FCP) Fakultas Kedokteran UI dan Dinas Kesehatan di Puskesmas Pondok Kelapa, Selasa (14/5). Hadir Ketua TP PKK DKI Ny Iriana Jokowi, Ketua YKI DKI Ny Veronica Basuki, Ketua YKI Pusat Nila F Moeloek dan Koordinator FCP FKUI Laila Nuranna.

Menurutnya, kanker serviks akan menjadi masalah kesehatan yang menyita banyak perhatian Pemda. Selain merupakan penyakit yang mematikan, kanker serviks juga menjadi jenis penyakit yang membutuhkan biaya sangat mahal.

“Ini akan menjadi ancaman membengkaknya pembiayaan jaminan sosial melalui kartu Jakarta Sehat,” tambah Dien.

Karena itu, untuk menekan kasus kanker serviks, Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan terus melakukan upaya promotif dan preventif terhadap para perempuan. Salah satu caranya adalah dengan Bulan Cegah Kanker Serviks (Bucekas) 2013.

Program yang digagas YKI dan FCP Fakultas Kedokteran UI tersebut menfokuskan pada layanan deteksi dini gratis kanker serviks dengan metode IVA (inspeksi visual asam asetat) yang bisa diakses pada 244 puskesmas yang ada di DKI Jakarta.

Ketua YKI Prof Nila Moeloek mengatakan Bucekas sangat penting untuk menyadarkan perempuan akan bahaya kanker serviks.

“Deteksi dini membuat kanker serviks berpeluang untuk disembuhkan,” jelas Nila.
Ia mengakui pasien kanker serviks seringkali datang ke dokter ketika penyakit sudah pada stadium 1, 2 atau bahkan lebih. Akibatnya selain biaya pengobatan sangat mahal, peluang untuk sembuh juga semakin kecil.

Nila berharap program Bucekas benar-benar dimanfaatkan para perempuan di DKI Jakarta untuk memeriksakan diri.

“Anda yang sudah nikah dan masa usia subur, lakukan pemeriksaan dini kanker serviks,” pungkasnya. (Inung)

Teks : Peluncuran Bulan Cegah Kanker Serviks (Bucekas) di DKI Jakarta yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Ny Iriana Jowo Widodo, Ketua YKI DKI Ny Veronika Basuki, Ketua YKI Prof Nila Moeloek dan Kepala Dinas Kesehatan Dien Emawati. (Inung)