Rabu, 15 Mei 2013 08:46:23 WIB

Masih Ada Kesempatan Rujuk Lidya Kandow-Jamal Mirdad

jamal_lidya

JAKARTA (Pos Kota) – Musisi Jamal Mirdad masih punya kesempatan menggunakan haknya atas gugatan cerai yang diajukan oleh istrinya Lidya Kandow di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Meski bapak empat anak itu mangkir tiga kali dari panggilan pengadilan. Namun, dia masih punya hak untuk hadir di persidangan ,” ujar juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Mathius Samiaji.

Mathius mengingatkan, bila Jamal Mirdad atau kuasa hukumnya dalam sidang berikutnya ternyata hadir, proses persidangan tidak bisa diulang dari awal. “Yang bersangkutan harus mengikuti proses persidangan sebagaimana yang ditetapkan oleh majelis hakim,” jelas Mathius.

Tapi, bila Jamal Mirdad atau kuasa hukumnya pada sidang berikutnya tidak hadir, maka majelis hakim akan meneruskan pemeriksaan pokok perkaranya dengan membacakan gugatan dari istrinya.

Menurut Mathius, pihak Lidya Kandow juga punya hak meneruskan pemeriksaan perkara atau mencabut gugatan cerainya. Seandainya, Lidya tetap ngotot untuk meneruskan pemeriksaan perkaranya maka majelis hakim akan memutus perkaranya secara verstek (putusan tanpa dihadiri pihak tergugat).

Semua isi putusan sifatnya mengikat dan hal itu harus dipatuhi oleh Jamal Mirdad. Bila, dalam perkembangannya, ternyata Lidya Kandow berubah pikiran lalu mencabut permohonan cerainya dengan demikian gugatannya dianggap batal.

Berdasar sejumlah alasan yang disampaikan oleh penggugat tersebut majelis hakim membuat putusan dan mencoret register yang terdaftar di kepaniteraan pengadilan. Lidya Kandow maupun Jamal Mirdad masih punya waktu untuk berfikir kembali guna menentukan sikapnya sebelum pengadilan mengambil putusan.

Pemeriksaan pokok perkara akan digelar kembali oleh Hakim ketua sidang Dimyati pada 28 Mei mendatang. Apakah pada hari yang ditentukan itu, kedua pasangan ini berubah pikiran atau masing-masing tetap bersikukuh pada pendiriannya? Kita tunggu saja.(winarno)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.