Rabu, 15 Mei 2013 00:26:04 WIB

Santri Yang Kemaluan Dipotong Sempat Dirawat di Puskesmas

burung145

PAMULANG (Pos Kota) – Remaja santri yang kemaluannya dipotong hingga Selasa (14/5) malam masih dirawat di RSUD Tangerang Selatan. Ternyata korban sebelum dirawat di rumah sakit tersebut sempat diobati di Puskemas Pamulang.

Sejumlah saksi mata di Puskesmas Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengatakan sekitar Pk. 05:00, Selasa (14/5) remaja itu datang mengendarai sepeda motor. Saat turun dari motor, dia kesakitan minta tolong sambil tergopoh-gopoh berjalan menuju pintu puskesmas.

“Saya awalnya tak tahu sama sekali dan hanya mencoba membantu memapah remaja yang mengaku warga Sawangan untuk masuk ke ruang pelayanan kesehatan di puskesmas ini,” kata Ari, satu petugas di puskesmas.

Korban datang sendiri tapi terus-terusan meringgis kesakitan . Korban tak menceritakan apa yang dirasakan sakit hanya minta dibawa ke ruangan berobat. Setelah dibawa ke ruang dokter mengaku kalau burungnya terpotong.

Menurut dia, sambil menahan rasa sakit dan malu akhirnya korban mengaku bahwa ‘anu (kelamin) atau burungnya dipotong orang. Mendengar perkataan korban dr. Ine Y langsung membius memberikan pengobatan awal agar tak infeksi. Dokter kemudian merujuknya ke RSU Tangsel.

Lebih mengherankan lagi, kata Ari, kok masih kuat jalan sendiri dengan mengendarai sepeda motor walaupun darah di jok banyak yang keluar. “Memang saat dibuka di ruang medis Puskesmas burung korban sudah dibungkus dengan plastik,” tambahnya.

Kasusnya ditangani Polsek Pamulang. Menurut Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Budi Hardjono dari keterangan sementara, korban dengan mengendarai sepeda motor sekitar Pk. 19:00, Senin malam (13/5) berkeliling di Jl. Jalur Gas dekat Kampus UNPAM kawasan Pamulang dan Jl. Setiabudi, Pamulang Timur. Ia lalu berkenalan dengan pelaku. Entah apa yang terjadi sekitar Pk. 04:00 setelah terbangun dari tidur ternyata kelaminnya dalam keadaan putus. Belum diketahui pasti apakah pelaku cewek atau waria.

Berkaitan maraknya pelacur jalanan dan waria di kawasan Pamulang Timur dan Jl. Jalur Gas memang diakui Airo, warga Pamulang Timur. “Kawasan ini belakangan makin marak wanita malam atau pelacur jalanan serta waria yang mencari teman kencan atau lelaki hidung belang,” tuturnya. (anton)

Teks:Warga Serua, Sawangan yang ‘burung’nya dipotong teman kencan di Pamulang. (anton)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.