Pelabuhan Indonesia Terancam Blacklist

Kamis, 16 Mei 2013
Pelabuhan Tj. Priok-n

JAKARTA (Pos Kota) – Pelabuhan di Indonesia terancam di blacklist dunia international, jika pada 3 Juni 2013 nanti, 11 asosiasi yang bergerak di pelabuhan melakukan demo besar-besaran stop perasi nasional.

Sebelumnya asosiasi perusahaan bongkar muat (PBM) sudah mendeklaraikan rencana mogok, Kamis siang ratusan anggota angkutan khusus pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Priok juga membuat kesepakatan tanggal 3 Juni mereka akan setop operasi menolak mengangkut petikemas dari dan ke Pelabuhan se-Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan ketua DPD Organda DKI Jakarta Soedirman dihadapan ratusan anggota Organda angkutan khusus pelabuhan (angsuspel) Tanjung Priok yang melakukan pertemuan menghadapi penolakan rencana Pelindo ll  yang kini mulai melakukan monopoli usaha di pelabuhan.

“Saat Organda Angsuspel demo pertama tahun 2006 kami stop operasi lima jam saja, kapal-kapal international langsung menyiarkan lewat telegram ke seluruh kapal di dunia sehingga seluruh kapal yang akan masuk di Indonesia diminta untuk membatalkan,” papar Soedirman yang sempat menjabat ketua Organda Angsuspel.

Apalagi jika nanti tanggal 3 Juni ditambah 11 asosiasi, maka dipastikan pengusaha dunia akan berpikir ulang mengirimkan barangnya ke Pelabuhan di Indonesia, karena seluruh pelabuhan akan lumpuh total.

Syukri Siregar, salah satu anggota Organda Angsuspel mengungapkan saat ini Pelindo ll sudah memeasan 2.000 truk dari luar negeri. Rencananya ribuan trailer tersebut akan dioperasikan mengambil alih kegiatan anggota organda angsuspel. “Umur usaha kita tinggal menghitung hari lagi. Ratusan ribu orang akan kehilangan pekerjaan mulai dari kernet, sopir dan keluarganya,” kata Syukri.

Menanggapi hal itu, Gemilang Tarigan, Ketua forum asosiasi pelabuhan mengaku sudah mengirim surat ke Presiden yang dengan tegas meonlak kehadiran anak perusahan IPC/Pelindo yang didirikan sejenis dengan bidang usaha yang digeluti oleh anggota asosiasi.

“Pak SBY harus segera membatalkan rencana pengembangan usaha yang dilukan Pelindo ll karena melanggar Undang-undang pelayaran, UU kepelabuhanan, dan UU larangan monopoli dan persaignan usaha tidak sehat,” kata Tarigan yang disambut tepuk tangan anggota Angsuspel. (dwi/d)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.