Monday, 22 October 2018

35 WNA Cina Menipu Ditangkap di Sunter

Jumat, 17 Mei 2013 — 17:15 WIB
warga

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Anggota Polres Jakarta Utara membongkar sindikat penipu internasional asal Taiwan dan China di rumah mewah di Sunter Paradise, Jalan Danau Agung Tengah 4, RT 01/12, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Petugas masih memburu, Mr. Chan Chun Ming diduga sebagai koordinator penipu sekaligus broker rumah mewah berlantai dua tersebut.

Dari rumah mewah itu, petugas menyita uang tunai Rp 50 juta dan satu bundel mata uang Taiwan, 19 telepon, 33 handphone, 17 alat perekam, 25 paspor kunjungan, 18 HT, 26 buku catatan penipuan, 7 laptop dan lain-lain. ” Mereka merupakan sindikat penipuan luar negeri yang melakukan kegiatannya di indonesia,” kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Mohammd Iqbal, Jumat (17/5).

Dalam melakukan kegiatannya, ke 35 WNA itu menelepon target mereka di Cina dan Taiwan. Kegiatan mereka diduga kuat dikendalikan sindikat penipuan dari negaranya. “Begitu mendapat targetnya, mereka mengaku sebagai pejabat pemerintah, seperti polisi, dokter, gubernur. Mereka meminta uang di transfer ke rekening Bank Taiwan dan Cina,” ujar Iqbal.

Dijelaskan, penangkapan itu berawal dari laporan interpol banyak kegiatan penipuan di Taiwan dan Cina. Itu diketahui dari sinyal yang dilacak aparat setempat berada di Indonesia. “Interpol berkoordinasi dengan Polres Utara pada Senin malam lalu. Pada Rabunya kita mendapat laporan dari warga lewat Command Centre ada aktifitas mencurigakan di rumah mewah dan masyarakat sudah resah,” terangnya.

Dipimpin, Kasat Reskrim, AKBP Dady Hartadi kemudian melakukan penyidikan. Kemudian dilakukan penggrebekan dan mengamankan 35 WNA asal Cina dan Taiwan. Dan berbagai macam alat bantu untuk melakukan penipuan. Berikut uang ratusan juta rupiah dan uang taiwan. “Awalnya kita mencurigai, rumah itu melakukan kegiatan judi. Tapi setelah diintrograsi serta ada alat perekam baru kita ketahui mereka melakukan penipuan di negaranya,” ujar Iqbal.

Selama berada di rumah mewah itu ke-35 orang WNA itu tidak pernah keluar rumah. Dan konsumsi mereka didrop oleh sopir Mr. Chan Chun Ming diduga sebagai koordinator sekaligus broker rumah mewah itu. Atas perbuatannya tersangka di jerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun dan pasal 119, 120, 122, 123, 124 dan 125 UU RI No 6 tahun 2011 tentang ke imigrasian. (Ilham)

Teks :Kapolres Jakarta Utara, Kombes Mohammad Iqbal memeriksa 35 WNA Cina dan Taiwan melakukan kegiatan penipuan tujuan negaranya. (Ilham)

  • Shun goh kong

    Layaknya ‘POLRI’ Custom dll, merekrut lebih banyak etnis Indonesian Chinees(local).mereka yg akan meyelamatkan illegal trafficking money di Indonesia!. ini baru sebagian kecil yg sudah berada di RI?.ini harus di sikapi dengan “serius”! oleh Ororithy! kalau ngak Bandar ‘rugi’. maksudnya Negara. ok mereka huge org.n smart?.

  • http://twitter.com/Mangapcom Mangap

    Kayaknya modus seperti ini sudah cukup sering di Indonesia. coba kerjasama dengan telkom. cari rumah yang banyak nomor telponnya dan di awasi