Friday, 17 November 2017

Ekonomi Nasional Kuat Jika Belanja Produk Dalam Negeri

Jumat, 17 Mei 2013 — 13:35 WIB
uang

JAKARTA (Pos Kota) – Perekonomian nasional akan menjadi sangat kuat jika belanja barang/jasa pemerintah dioptimalkan untuk penggunaan produk dalam negeri.

Saat ini tercatat besarnya belanja modal pemerintah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013  mencapai Rp213 triliun dan belanja modal perusahaan BUMN diatas Rp1.000 triliun.

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Panggah Susanto, mengatakan  untuk program P3DN (program peningkatan penggunaan produk dalam negeri), Presiden RI sebenarnya sudah mengeluarkan Instruksi Presiden No 2/2009 tentang Penggunaan Produk Daalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dalam aturan tersebut, setiap kementerian dan lembaga didorong agar dalam setiap pengadaan barang atau jasa memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

“Penggunaan produk dalam negeri telah berhasil mendorong peningkatan kinerja industri yang pada akhir tahun lalu tumbuh 6,40%. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi sebesar 6,23%,” ujarnya, Jumat.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini, lanjutnya,  adalah tingginya serbuan barang-barang impor sebagai dampak dari implementasi berbagai perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) di tengah semangat penguatan daya saing industri dan pengamanan pasar produk dalam negeri.

Staf Ahli Menteri Bidang P3DN Ferry Yahya menambahkan,  dalam setiap lelang penyediaan barang dan jasa pemerintah, apabila peserta lelang memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 25% maka lelang tersebut hanya akan dilakukan oleh peserta dari dalam negeri.

“Kalau ada yang memiliki nilai TKDN sampai 40%, maka barang tersebut wajib digunakan ,” kata Ferry.

Kementerian Perindustrian telah mengusulkan perpanjangan masa berlaku sertifikat TKDN hingga tiga tahun sebagai mendorong naiknya potensi P3DN. Tercatat, sejak dilaksanakan program sertifikasi TKDN terdapat 5.000-an perusahaan telah diverifikasi.

(tri/sir)