Jika Premium Rp6.500 dan Solar Rp5.500, Mobil Diesel Berpotensi Kuasai Pasar

Jumat, 17 Mei 2013
diesel

TEKA-TEKI pemerintah menetapkan besaran kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, terjawab sudah. Meski waktu pemberlakuan belum jelas –kemungkinan awal Juni- tetapi angka kenaikan sudah pasti. Premium naik Rp2.000 dan solar Rp1.000.

Dengan kenaikan tersebut berarti harga bensin premium menjadi Rp6.500/liter dan solar menjadi Rp5.500/liter. Kepastian kenaikan harga disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5).

Menurut Hatta Rajasa, harga solar bakal lebih murah karena pemerintah memiliki beberapa alasan. Di antaranya, konsumsi solar yang cenderung untuk transportasi. Jadi kenaikan harga solar juga bakal berdampak pada kenaikan ongkos logistik. “Kalau usulan solar lebih rendah, karena solar menyangkut satu transportasi. Itu adalah menyangkut basis dari logistik kita.”

Solar juga banyak digunakan para nelayan yang mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah. “Jadi solar banyak digunakan oleh masyarakat pengguna angkutan umum yang paling bawah, termasuk juga nelayan dan angkutan logistik termasuk juga kapal, dan berbagai macam angkutan truk-truk.”

Produsen Isuzu gembira

Dealer PT Astra Isuzu menyambut gembira kenaikan solar Rp1.000 per liter. Pasalnya, pemasaran kendaraan produksi Jepang ini terkenal sebagai kendaraan komersialnya. Jenis light truck maupun medium truck, bisa dibilang cukup merajai.

Begitu juga dengan jenis angkutan busnya. Mobil-mobil Elf produksi Isuzu berseliweran di jalan mengangkut penumpang dari Jakarta ke berbagai luar kota. “Truk-truk produksi kami menjadi pilihan terbanyak di negara asalnya, Jepang,” kata Puti Annisa dari PT Astra Internasional Tbk.

Kini mereka juga mendatangkan jenis medium truck Isuzu Giga untuk dipasarkan di tanah air. “Tentu saja kami gembira, apabila harga solar cuma naik seribu rupiah,” jelas Chief Operation Officer Isuzu, Herry Triono, Selasa (14/5).

Khusus kepada penjualan jenis truk dan bus memang diharapkan akan lebih bergairah. Karena produk ini umumnya menggunakan solar sebagai bahan bakar. “Tapi, apapun keputusan pemerintah soal harga BBM, kami menyambutnya dengan baik. Sebab, yang terpenting ketersediaan BBM.”

Pedagang mobil bekas bergairah

PEDAGANG mobil bekas berkeyakinan kenaikan harga solar Rp1.000 per liter akan menggairahkan penjualan mobil bermesin diesel. Bukan karena harga solar lebih murah dibandingkan premium, tetapi karena lebih irit dalam penggunaan bahan bakar.

“Penjualan mobil berbahan bakar solar akan lebih menggelora. Masyarakat dengan kenaikan premium yang lebih tinggi dari solar, tentunya akan kembali mencari mobil berbahan bakar solar,” ujar Bosar Pasaribu, pemilik Showroom Bursa Mobil Gading, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin.

Kenaikan bahan bakar diesel tersebut akan berpengaruh terhadap masyarakat dalam penggunaan kendaraan. “Perbedaan harga ini akan menimbulkan dampak psikologi. Di mana orang akan mencari bahan bakar yang lebih murah. Selain, mesin diesel jauh lebih irit dibandingkan mobil yang menggunakan bahan bakar premium,” jelas Bosar Pasaribu, yang juga Ketua Harian Asosiasi Pedagang Mobil (APM).

Ia mengakui, hanya saja keberadaan solar di daerah-daerah terkadang tidak terlalu banyak dibandingkan di wilayah Jabodetabek. Karena itu, ia berharap agar pemerintah dapat menyediakan kebutuhan solar di daerah-daerah dengan baik. “Bila solar selalu tersedia di daerah-daerah, maka perdagangan mobil bermesin diesel di daerah juga akan meningkat pesat.”

Bosar juga menyarakan agar rencana pemerintah menaikan harga BBM, tidak tertunda-tunda. Karena penundaan kenaikan yang terus menerus akan berdampak dengan adanya spekulasi terhadap BBM. “Kepetusuan pemerintah dalam menaikan harga BBM harus tepat dan cepat. Jangan ditunda-tunda, karena dapat menimbulkan spekulasi.”

Stok city car irit diperbanyak

RENCANA kenaikan harga BBM premium dan solar bakal berpengaruh besar terhadap penjualan mobil. Sejumlah pelaku pasar mobil seken mulai memperbanyak stok city car yang irit bahan bakar maupun mobil diesel yang bakal diserbu konsumen.

Gejolak pasar ini sudah diantisipasi para pedagang Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua. Sebagian besar show room telah didominasi pajangan mobil kecil atau city car yang mulai dicari konsumen. “Kenaikan premium yang lebih dari 42 persen tentu berdampak negatif pada penjualan mobil kelas premium ber-CC besar dan bermesin bensin,” kata Herjanto Kosasih mewakili para pedagang mobil seken di WTC Mangga Dua, Jalan Raya Gunung Sahari, Jakarta, kemarin.

Sebaliknya, pasaran mobil kecil makin laris-manis karena diserbu konsumen. Tak pelak lagi, show room yang berada mulai dari lantai 3 sampai 9 banyak dipenuhi city car seperti Honda Jazz, Honda Brio, Suzuki Splash, Suzuki Swift, Suzuki SX4, Toyota Yaris, Nissan March, Ford Fiesta, Kia Picanto, Daihatsu Sirion, dan sebagainya. “Mobil jenis tersebut relatif irit bahan bakar karena CC-nya kecil di bawah 1.600,” kata Antony, pedagang.

Pasaran mobil diesel juga kembali terdongkrak lantaran harga solar lebih murah dari premium. Para pedagang mulai memperbanyak mobil diesel yang sebagian besar kelas premium. Seperti, Mitsubishi Pajero sport Diesel, Toyota Fortuner Diesel, Toyota Land Cruiser Diesel, Toyota Alphard Diesel, Toyota Kijang Innova Diesel, Isuzu Panther dan lainnya.

“Tapi intinya masyarakat tidak perlu resah karena persediaan mobil di sini sangat banyak dan beragam merek dan tipe. Meski harga BBM naik tapi harga mobil seken di WTC tidak naik alias stabil,” tandas Herjanto, selaku Senior Marketing dari pengelola gedung mal tersebut.

“Bagi pemilik mobil premium bisa melakukan tukar-tambah dengan mobil kecil di sini. Atau mobil bensin yang mau tukar dengan diesel juga dilayani,” kata Herjanto. (ak)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.