Senin, 20 Mei 2013 18:21:17 WIB

KPU Bolehkan Mantan Napi Jadi Caleg

KPU-Caleg-n

JAKARTA (Pos Kota)  – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membolehkan mantan narapidana mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014 mendatang.

Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, untuk mantan Narapidana ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi bagi mereka yang berniat menjadi calon wakil rakyat.

“Bagi yang terkena pidana harus membuat pernyataan yang dipublikasikan di surat kabar bahwa pelaku tidak akan melakukan kegiatan (tercelanya) berulang-ulang,” ujar Ferry kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/5)

Selain itu, surat juga harus dilampirkan ke kepala lembaga pemasyarakatan yang pernah dihuni. Selain itu, mantan narapidana baru boleh menjadi caleg setelah 5 tahun bebas dari lembaga pemasyarakatan.

Hal itu berlaku untuk semua kasus, dan mereka harus memberikan pernyataan secara resmi tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum.

Bagi caleg yang bukan mantan narapidana, terutama mereka yang kini masih menjadi anggota DPR/DPRD dan berniat mencalonkan lagi dari partai lain, harus mengajukan surat pengunduran diri dari partai sebelumnya. Peraturan itu juga berlaku bagi kader yang partainya tidak lolos verifikasi faktual sebagai peserta Pemilu tahun 2014

Aturan KPU yang melarang seorang narapidana untuk menjadi calon anggota legislatif dikeluhkan oleh Caleg Gerindra, Ferry Juliantono. Dia meminta agar KPU meluruskan peraturan tersebut.

Ferry sendiri merupakan mantan narapidana  dan dianggap bertanggung jawab  terhadap gerakan menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM pada tahun 2008 lalu. Dia dijatuhi penjara 1 tahun karena terbukti melanggar pasal 160 KUHP tentang penghasutan massa kepada penguasa umum. Pada 2009, dirinya bebas.

Ferry pun keberatan karena dirinya dianggap tahanan kriminal biasa. Dia mengaku kalau dirinya ialah tahanan politik. “Saya sudah mengajukan surat keberatan dan sudah berkonsultasi dengan Prof Jimly Asshidiqie Ketua Dewan Kehormatan Pemilu,” kata Ferry dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/5)

Dia mengatakan, ingin meminta kepada KPU mengapa dirinya terganjal menjadi Caleg 2014. “Saya ingin meminta penjelasan dan meluruskan penafsiran kepada KPU tentang peraturan tentang narapidana,” ungkapnya.

Ferry sendiri maju sebagai bakal caleg dari Partai Gerindra. Dia menjadi caleg nomor urut 1 di Dapil 8, Provinsi Jawa Barat. Sebagaimana diketahui, KPU memang memberi peluang kepada mantan narapidana untuk maju sebagai calon anggota legislatif, dengan syarat telah menyelesaikan masa pidana maksimal 5 tahun.

Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan KPU nomor 7 Tahun 2013 yang telah diubah menjadi nomor 13 tahun 2013 tentang Pencalegan.

Pasal 5 ayat 3 menyebutkan persyaratan calon anggota legislatif dikecualikan bagi: (a). orang yang dipidana penjara karena alasan politik untuk jabatan publik yang dipilih (elected officials). dan (b). orang yang pernah dipidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, wajib memenuhi syarat yang bersifat kumulatif, sebagai berikut :

1. Telah selesai menjalani pidana penjara sampai dengan dimulainya jadwal waktu pendaftaran dalam waktu paling singkat 5 (lima) tahun;
2. Secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik sebagai mantan narapidana; dan
3. Bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang. (rizal/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.