SPG Cantik Dibunuh di Kamar Kos

Senin, 20 Mei 2013
spg-dibunuh

SEMARANG ( Pos Kota ) – Wanita cantik berprofesi sebagai sales promotion girl ( SPG ) produk rokok dibunuh , Minggu malam (19/5) . Amalia,23, asal Jepara ditemukan tewas dengan luka tusukdi leher di kostnya Jalan Lamper Sari, No.1, Semarang . Diduga kuat korban dibunuh setelah diperkosa karena saat ditemukan kondisinya telanjang .

Hingga Senin pagi (20/5) jajaran Polrestabes Semarang masih bekerja keras mengungkap motif pembunuhan sadis tersebut sekaligus membekuk pelakunya . Pembunuhan diketahui pukul 21.30 WIB . Budi,20, penjaga kos mengatakan, korban ditemukan tewas di kamar kostnya yang berada di lantai dua.

“Posisinya terlentang di atas kasur, menggunakan kaos warna hitam,” ujarnya. Dia juga mengatakan, kondisi kamar korban yang juga seoarang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta itu acak-acakan dan banyak darah di lantai yang sudah mengering. “Sebelumnya, sekitar pukul 12.30 siang, saya mendengar suara teriakan korban, lalu saya naik. Namun korban menyahut kalau tidak ada apa-apa dari dalam kamar,” kata Budi.

Disebutkan ,pukul 21.00 WIB, teman lelaki korban datang , tetapi beberapa saat kemudian lelaki itu menyebutkan bila korban sudah meninggal dunia . Teman lelaki korban itu juga mengatakan bila dirinya masuk ke kamar korban dengan cara mendobrak pintu . Tetapi karena posisi saya berada di lantai satu , apakah teman lelaki korban itu benar-benar mendobrak pintu atau tidak saya tidak tahu , lanjut saksi Budi .

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan, di lokasi kejadian membenarkan tewasnya Amalia diduga akibat penganiyaan. “Korban meninggal karena tusukan benda tajam di lehernya ,kata Elan .Lalu, jenasah korban di bawa ke RS Bhayangkara, untuk keprluan otopsi. ( Suatmadji ) .

Korban semasa masih hidup

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.