Thursday, 13 December 2018

42 Ribu Stiker Larangan Merokok Ditempel di Bus

Rabu, 22 Mei 2013 — 0:10 WIB
antirokok215

SENEN (Pos Kota) – Kampanye larangan merokok di angkutan umum terus digencarkan. Sebanyak 42.000 stiker larangan merokok disebar di sejumlah terminal di DKI Jakarta termasuk Terminal Senen, untuk ditempelkan di angkutan umum.

Kampanye larangan merokok ini dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerjasama mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) dan Pemprov DKI Jakarta.

Seluruh bus besar dan sedang serta mikrolet di Terminal Senen ditempel stiker dilarang merokok yang dilakukan mahasiswa FKM UI dibantu petugas Dinas Perhubungan dan polisi. Ada yang ditempelkan di kaca depan atau samping.

Stiker tersebut bertuliskan. “Dilarang merokok” dengan gambar mulut orang yang terkena kanker akibat merokok. Selain itu juga tertera peraturan-peraturan yang mengatur kawasan dilarang merokok.

Ketua YLKI, Tulus Abadi mengatakan dalam Pergub No. 88 Tahun 2010 tentang kawasan dilarang merokok, salah satu diantaranya dalam angkutan umum. Namun, kenyataannya 57 persen dari perokok di angkutan umum justru awak angkutan, sedangkan 43 persen penumpang.

“Kebanyakan yang merokok dalam angkutan adalah sopirnya, bahkan ada yang menyetir sambil merokok,” kata Tulus, di Terminal Senen, Selasa (21/5).

Diharapkan dengan ditempelnya stiker larangan merokok, dapat menyadarkan dan mengurangi orang yang merokok dalam angkutan umum. Karena sangat mengganggu orang lain dan kenyamanan penumpang.

Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dradjad Adhyaksa berharap adanya stiker tersebut dapat menyadarkan masyarakat agar tidak merokok dalam angkutan umum. “Kami berharap penumpang dapat melaporkan kalau ada awak angkutan yang merokok dalam angkutan umum. Sanksi akan diberikan kepada pihak operator angkutan,” katanya. (tarta)

Teks : Satu angkutan umum yang ditempeli stiker larangan merokok.