Lufthi Hasan Dikabarkan Nikahi Pelajar SMA

Rabu, 22 Mei 2013
index

JAKARTA (Pos Kota) – Lagi nama wanita baru dalam kasus suap kuota impor daging sapi. Jika sebelumnya tersangkut Fathanah kini menyeret nama mantan Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq. Tak tanggung-tanggung, wanita yang masih menjadi pelajar SMA ini dikabarkan pernah menikah dengan Luthfi.

Seperti halnya Fathanah yang telah terbukti mengalirkan uang hasil suap impor daging sapi ke-20 wanita, mulai dari artis, model, mahasiswi hingga warga biasa, Luthfi juga dikabarkan melakukan hal serupa kepada gadis yang bernama Darin Mumtazah. Pelajar kelas XII SMK di Jakarta itu diduga menjadi istri keempat Luthfi yang sudah paruh baya.

Dari catatan KPK, nama Darin masuk sebagai saksi yang mesti diperiksa untuk tersangka Luthfi. Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengakui pihaknya pernah dua kali memanggil Darin, namun selalu mangkir.

“Dia sudah dipanggil dua kali tapi belum pernah datang. Yang pertama suratnya tidak sampai kepada yang bersangkutan, ini keterangan yang pernah disampaikan. Kedua enggak ada alasan. Saya belum tahu apakah akan dipanggil lagi atau tidak,” lanjutnya.

Menurut Johan, pemanggilannya terkait penyidikan kasus dugaan suap dan TPPU dengan tersangka Luthfi. Namun, ia mengaku belum tahu apa hubungan Darin dengan Luthfi. “Di dalam jadwal, panggilan itu hanya ditulis sebagai pelajar.”

Kepastian tentang hubungan Darin dengan Luthfi memang masih penuh tanda tanya. Namun, beberapa tetangga Darin di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku sering melihat Luthfi bertandang ke rumah Darin dan keluarganya.

ENGGAN KOMENTARI

Luthfi Hasan Ishaaq, enggan mengomentari isu tentang kedekatannya dengan seorang siswi, Darin Mumtazah, Selasa (21/5).

Luthfi kembali diperiksa KPK sebagai tersangka. Pemeriksaan berlangsung selama 11 jam.
Saat keluar dari pemeriksaan sekitar pukul 21:00 WIB, ia tampak tergesa-gesa menghindari cecaran wartawan. Terutama ketika disinggung soal hubungannya dengan Darin, dia hanya melemparkan senyum dan melambaikan tangan sebelum diantar kembali ke Rutan Pomdam Jaya Guntur dengan menaiki mobil tahanan KPK. (yulian)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.