Sunday, 18 August 2019

Menag Tuding Ada Yang Halangi Pemberian Penghargaan ke SBY

Rabu, 22 Mei 2013 — 7:30 WIB
hargasby225

BANTEN (Pos Kota) – Menteri Agama Suryadharma Ali menyambut baik penghargaan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Appeal of Consince Foundation (ACF) atas keberhasilannya menciptakan kerukunan kehidupan beragama di Indonesia.

Itu disampaikan Suryadharma dalam pidatonya saat memberikan pengarahan dan membuka Musyawarah Kerja Nasional Ulama Al-Qur’an dan Seminar Nasional Al-Qur’an, di Hotel Le Dian, Serang, Banten, Selasa malam.

Acara yang bertema “Al-Qur’an di era global : antara teks dan realitas” diselenggarakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

“Penghargaan yang akan diterima Presiden SBY ini merupakan prestasi kita bersama, dan ini menunjukkan bahwa kerukunan kehidupan beragama di dalam negeri telah berjalan dengan baik,” papar Suryadharma.

Namun demikian, Suryadharma mengakui ada kelompok yang berusaha mencegah pemberian penghargaan. Mereka ini beralasan Presiden tidak pantas menerima penghargaan tersebut, karena masih terjadinya intoleran, pelarangan berdirinya rumah ibadah di Indonesia.

“Kelompok ini merupkan kelompok yang menganut kebebasan yang absolut. Ini ironis, orang kita menjelek-jelekan kita sendiri padahal orang luar sangat menghargai dengan keberhasilan kita dalam menciptakan kerukunan kehidupan beragama ini,” tegas Suryadharma.

Ia menambahkan persoalan pelarangan berdirinya rumah ibadah bukan persoalan agama, dan bukan juga persoalan kerukunan umat beragama tapi persoalan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sebab, menurut Suryadharma, setiap kepala daerah baik bupati maupun walikota akan melarang pembangunan, termasuk rumah ibadah kalau memang tidak memiliki IMB. “Jadi tidak ada penghambatan pembangunan rumah ibadah,” katanya.

Seperti diketahui, SBY akhir Mei dalam kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat, sekaligus untuk menerima penghargaan World Statesman Award dari ACF, sebuah lembaga independen yang berbasis di AS. Penghargaan itu diberikan karena telah berhasil menciptakan kerukunan kehidupan beragama di Indonesia.

Acara musyawarah kerja para ulama dihadiri para ulama di antaranya, Quraish Shihab dan lainnya, hadir pula Kepala Badan Litbang dan Diklati Kemenag Machasin. (Johara)

Menteri Agama Suryadharma Ali