Thursday, 25 April 2019

Hindari Pemerintahan Kacau Balau

Pemilu Serempak Dinilai Paling Tepat

Kamis, 23 Mei 2013 — 7:17 WIB
iluspemilu

JAKARTA (Pos Kota) – Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dinilai jadi cara terbaik menghilangkan kacau balau jalannya pemerintahan dan pembangunan dari tingkat pusat sampai daerah.

“Karena Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) saat ini tidak serentak, maka masa kerja bupati dan walikota berbeda-beda dan jalan sendiri-sendiri, nggak kompak. Presiden pun repot mengatur jalannya pembangunan,” kata Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar Sudarsa dalam diskusi di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Rabu (22/5).

Menurut Agun, kondisi sekarang, ketika Presiden dilantik, ada gubernur habis masa jabatan, ada yang setengah jalan. Masa kerja para bupati dan walikota, lebih kacau lagi, hampir tidak ada yang bersamaan. “Jadi, manajemen dari pusat ke daerah sangat sulit,” katanya.

HASIL AMANDEMEN

Menurut dia, formulasi menurut UUD 1945 hasil amandemen, idealnya Pemilu Legislatif (DPR) dan Pemilihan Presiden dilakukan bersamaan. Tiga bulan kemudian pemilihan Gubernur serentak, setelah itu tiga bulan lagi Pilkada serentak seluruh Indonesia.
“Kalau formula ini berjalan, maka masa kerja DPR, Presiden, Gubernur, dan para bupati/walikota hampir bersamaan. Maka, program dari pusat dan dan daerah bisa disinergikan. Kalau sekarang, kan jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Untuk menuju Pemilu, Pilpres, dan Pilkada serentak, kini dalam pembahasan RUU Pilkada antara DPR dan pemerintah sudah sepakat, dimulainya 2015. Tinggal mencari formulanya karena harus menyamakan persepsi soal masa jabatan gubernur, bupati, walikota. (winoto/bu/o)