Kamis, 23 Mei 2013 15:49:44 WIB

Beradegan Mesum di Hotel

Wakil Bupati Bogor Disangka Jebak Wakil Ketua DPRD Dengan Perempuan

bupati

BANDUNG (Pos Kota) – Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturcahman (KF), Kamis, gagal diperiksa tim penyidik Ditreskrim Um Polda Jabar lantaran dikabarkan sedang kampanye calon Gubernur di Denpasar Bali. Meski begitu, Polda akan melayangkan surat panggilan kembali untuk diperiksa sebagai tersangka kasus penyebaran video porno yang diduga mirip dengan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ruddy Harsa Tanaya.

“Setelah ditetapkan jadi tersangka KF, belum menjalani pemeriksaan. Rencananya hari ini tapi dia mangkir,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, Kamis.

Martinus menjelaskan, surat panggilan kepada orang nomor dua di Pemda Kabupaten Bogor sudah dilayangkan Senin lalu . Ternyata, kata dia yang bersangkutan mangkir dan hanya diwakili oleh pihak keluarga tersangka.

Kabar yang diterima penyidik, tersangka tidak bisa memenuhi panggilan karena sedang di luar provinsi.Wakil Bupati ditetapkan jadi tersangka atas kasus dugaan penyebaran video asusila yang mirip Wakil Ketua DPRD Jabar Ruddy Harsa Tanaya.

Kasus ini dilaporkan Ruddy April 2010 ke Ditreskrimum Polda Jabar. Dalam kasus ini penyidik sudah menetapkan beberapa tersangka diantaranya Indra dari LSM yang diketuai Karyawan Faturochman. Berkas Indra yang menjabat sekretaris di LSM sudah di limpahkan ke Kejaksaan.

Dari hasil penyidikan tersangka Indra kasus itu pun berkembang ke Wakil Bupati. Penetapan Karyawan sebagai tersangka merupakan hasil penyimpulan dari beberapa saksi dan tersangka yang selama ini diperiksa di Polda Jabar.

Dituturkan, Martin, tersangka Karyawan merupakan orang yang merencanakan penjebakan terhadap Ruddy yang bermain dengan perempuan. Bahkan, tersangka ini pun yang menyiapkan perempuan L melalui KF. ” Pempuan umpan itu dibayar puluhan juta rupiah untuk melayani Ruddy,”.

Jebakan yang dirancang Karyawan membuahkan hasil. Di salah kamar hotel di kota Bandung, Ruddy dan L melakukan tindakan asusila, kemudian diabadikan dengan jepretan kamera HP milik perempuan tadi. Dalam waktu cukup cepat, adegan asusila berdurasi 10 menit direkam, hasilnya di transfer ke komputer dan dibuatkan VCD untuk disebarkan ke DPC-DPC parpol bersangkutan.”Tersangka Karyawan melakukan rencana ini sangat rapih,” tandasnya.

Buntut dari kasus ini, demikian Martin, Karyawan dikenakan Pasal 29 UU 44/ 2008, larangan memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, punkasnya. (dono)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.