Jumat, 24 Mei 2013 22:10:28 WIB

Nama Dicoret Partai, Bacaleg Gerindra Tempuh Jalur Hukum

caleg-sub

BOGOR (Pos Kota) – Penetapan bakal calon menjadi calon DPRD dari partai politik, terus menimbulkan kontroversi.
Setelah sebelumnya terjadi penyanderaan dua staf KPUD Kota Bogor oleh Ketua DPC Hanura, kini giliran Partai Gerindra yang akan bermasalah dengan hukum, terkait pencoretan nama Hary Arra dari daftar calon sementara tanpa alasan jelas.

Bakal calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai Gerindra Dapil 5 (Bogor Barat), Harry Ara dalam siaran persnya Jumat (24/5) sore mengaku, prihatin dan kecewa atas keputusan sepihak yang dilakukan DPC Partai Gerindra Kota Bogor yang mencoret namanya dari DCS legislatif.

Menurut Harry yang juga aktifis dan ketua LSM Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B), dirinya telah memenuhi dan melengkapi berkas persyaratan sesuai aturan KPUD.

“Sangat kecewa atas pencoretan nama saya dari daftar calon. Saya berada di nomor urut 9. Tapi tiba-tiba, nama saya dicoret. Padahal semua berkas pencalonan sudah dipenuhi,”kata Harry.
Hasil test dengan surat keterangan no 762/RJ MMPI/IV/13 yang dikeluarkan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor, dimana sudah dilakukan wawancara psikiatrik dan pemeriksaan MMPI II tanggal 17 April 2013 dan ditanda tangani Dr Siti Khalimah, Sp.KJ. Distempel basah Rumah Sakit.

Ini artinya, berkas  sudah lengkap secara keseluruhan sejak tanggal 18 April 2013.
Berkas tersebut, sudah  diserahkan ke DPC Gerindra Kota Bogor. Akan tetapi informasi mengejutkan, dimana dirinya  dicoret dengan alasan  tidak melengkapi test rohani atau test dari dokter kejiwaan.

“Apabila benar, artinya ada upaya dugaan kriminalisasi terhadap dirinya dengan menghilangkan dokumen penting secara sengaja dan terencana. Untuk itu pihaknya akan segera menempuh jalur hukum,”ujar Hary.
Lapor resmi ke pihak Kepolisian terkait menghilangkan dokumen penting dan perbuatan tidak menyenangkan dan kebohongan publik, secepatnya akan dilakukan.

Ia juga mengaku, alasan lain pengurus DPC Gerindra yang mengatakan, dirinya tidak ikut piket di sekretariat DPC Gerindra dijadikan alasan dicoret namanya dari daftar calon, sangat tidak rasional. “Dikatakan saya  tidal loyal, karena tidak ikut piket harian di DPC Gerindra kota Bogor, sangat tidak masuk akal dan mengada-ada,”paparnya.
Ditambahkan, dirinya dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor, Sopian, sering berkomunikasi seputar langkah Partai Gerindra kedepan, baik ditingkat nasional maupun daerah.  Atas pelanggaran ini, dirinya akan  melaporkan Gerindra ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) selain ke kepolisian.

“Saya sudah sampaikan hal ini langsung ke DPP Partai Gerindra dan DPD Gerindra Jawa Barat serta ditembuskan ke Pak Prabowo Subianto. Dan bagaimana mungkin Gerindra mampu menjadi haluan baru untuk Indonesia Baru, kalau di tubuh Gerindra masih dipelihara oknum seperti ini,”kata Harry.

(yopi/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.