Tidak Lulus UN, Boleh Ikut Ujian Paket C Dengan Gratis

Jumat, 24 Mei 2013
galulus245

SURABAYA(Pos Kota) – Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) diserahkan kepada siswa, Jumat (24/5). Namun, berdasar data yang dirilis oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur (Jatim), sekitar 562 pelajar tingkat SMA/SMK/MA di Jatim dinyatakan tidak lulus.
Rinciannya, 408 dari jenjang SMK, 38 dari MA, dan 115 siswa dari tingkat SMA.
Siswa yang sudah dinyatakan tidak lulus ini diminta untuk tetap tidak berkecil hati. Sebab, mereka masih mempunyai kesempatan untuk lulus dengan mengikuti ujian kejar paket C yang setara dengan SMA/SMK/MA.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non-Formal dan Informal (PNFI) Dispendik Jatim, Nashor mengatakan, ujian Kejar Paket C periode pertama sudah diselenggarakan. Namun, masih ada ujian kejar paket C periode kedua pada 1 Juli mendatang. Jadi, siswa yang sudah mengetahui bahwa dirinya tidak lulus bisa segera mendaftarkan diri.

“Pendaftaran untuk ujian Kejar Paket C gelombang dua akan dibuka mulai 1 Juni mendatang. Siswa yang tidak lulus bisa langsung mendaftarkan dirinya ke lembaga penyelenggara ujian kejar paket terdekat kabupaten/kota masing-masing,” katanya.

Menurut Nashor, siswa yang ingin mendaftar ujian Kejar Paket C tidak dikenakan biaya. Cukup dengan menunjukkan kartu tanda peserta ujian nasional pendidikan formal dan surat keterangan tidak lulus dari sekolah/madrasah. Bisa juga menyerahkan bukti telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran di pendidikan formal.

“Khusus untuk peserta yang akan mengikuti ujian nasional Program Paket C Kejuruan harus sudah lulus ujian nasional kompetensi kejuruan,” terangnya.

Kepala Dispendik Jatim Harun menyarankan, siswa yang tidak lulus ini untuk mengikuti ujian Kejar Paket C. Dia pun menganggap, tak lulusnya siswa dari UN 2013 tingkat SMA/SMK/MA ini tidak bisa dilihat dari sisi akedemisnya saja. Ada beberapa faktor yang diduga turut menyebabkan siswa ini tidak lulus.

“Mohon maaf, bisa saja ada siswa perempuan yang memilih menikah pada usia dini. Ada juga yang sakit atau meninggal dunia. Bisa juga siswa yang tidak lulus tadi pindah ke luar provinsi. Jadi, penyebab tidak lulusnya siswa tidak bisa dilihat dari sisi akademis saj,” tuturnya.

Dijelaskannya, untuk memastikan penyebab siswa ini tidak lulus, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu dengan memanggil kepala Dispendik kabupaten/kota. Dari situ hasil yang didapat bisa lebih valid.

“Untuk angka ketidaklulusan, yang paling tinggi adalah Kabupaten Sumenep dengan 24 siswa dari 9.010 peserta. Ada juga Kabupaten Kediri dengan 11 siswa dari 5.890, Kota Surabaya dengan 12 siswa dari 18.071 peserta. Yang lainnya rata, ada yang 3, 2, 1, serta ada juga kabupaten/kota yang angka kelulusannya sampai 100 persen,” kata alumnus Lemhanas 2008 ini.(nurqomar)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.