Minggu, 26 Mei 2013 00:16:16 WIB

Eyang Subur Ngaku Sudah Ceraikan 4 Istrinya

iluseyang

JAKARTA (Pos Kota) – Pasca fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pelaporan Adi Bing Slamet Cs atas tuduhan penistaan dan penodaan agama di Polda Metro Jaya, akhirnya Eyang Subur melepaskan 4 istrinya. Pelepasan itu disertai surat yang ditandatangani oleh Eyang Subur dengan disaksikan oleh kuasa hukumnya dan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Eyang Subur mengatakan tidak keberatan melepaskan istri-istrinya dan ia pun mengakui telah melakukan kesalahan selama ini karena memiliki istri lebih dari empat. “Saya tidak apa-apa, saya menyadari akan kekhilafan saya, akan pernikahan lebih dari empat itu karena ketidaktahuan saya,” ucap Eyang Subur, kepada wartawan pers di kediamannya Jalan Beringin III, Tanjung Duren, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat .

Saat ini, dia mengaku bersyukur telah memahami syariat Islam . Karena hal tersebut, dia telah ikhlas melepaskan istri-istrinya terhitung mulai, Sabtu (25/5) sore.

Usai melepaskan istri-istrinya, Annisa, Reni Mulyaningsih, dan Nita Septiarini, Eyang Subur tidak melupakan tanggung jawab menafkahi anak-anaknya. Ia mengaku akan mengurus mereka. “Ya itu saya nafkahi, karena punya anak,” ujar pria asal Jombang, Jawa Timur ini.

SECARA TERTULIS

Kuasa hukum Eyang Subur, Ramdan Alamsyah juga menjelaskan perihal pernyataan secara tertulis terkait keputusan Eyang Subur untuk menceraikan ke empat isterinya.

“Ada Annisa (istri ke-7), Reni Mulyaningsih (istri ke-5) dan Nita Septiarini (istri ke-8),” ucap Ramdan Alamsyah.

Ramdan juga menambahkan, istri Subur yang kakak beradik itu telah dilepaskan sejak kasus dengan Adi Bing Slamet bergulir.

“Surat dibuat tentang pelepasan istri, sesuai fatwa MUI. Surat dibuat pada Kamis 23 Mei 2013, yang ditandatangani oleh Eyang Subur,” tambah Ramdan Alamsyah.

Ramdan menjelaskan, dalam surat itu ada lima poin. “Pertama, pihak pertama (Eyang Subur) berhak untuk tidak mendapatkan tuntutan hukum dari pihak kedua terkait adanya pelepasan hubungan hukum antara pihak pertama dan pihak kedua sebagai suami istri,” ucap Ramdan Alamsyah.

“Kedua, pihak kedua (istri-istri Eyang Subur yang dilepaskan) mendapatkan harta dari pihak pertama selama perkawinan antara perkawinan pihak pertama dan kedua menjadi hak pihak kedua,” lanjutnya lagi.

Eyang Subur pun juga tetap menafkahkan anak-anak hasil dari pernikahannya dengan ketiga istrinya sampai berusia 21 tahun. Tak hanya itu, istri Eyang juga tetap berkewajiban mengasuh dan mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya.

“Terakhir, pihak pertama (Eyang Subur) memberikan tempat tinggal yang layak kepada pihak kedua sebagai tanggung jawab sosial,” tandas Ramdam Alamsyah.(mia/rf/b)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.