Senin, 27 Mei 2013 17:55:03 WIB

Puluhan Orangtua Murid Demo Tuntut Kepsek Mundur

Grog257

GROGOL (Pos Kota) – Puluhan orangtua murid, berunjuk rasa di depan kantor Kepala Sekolah SDN 03 Pagi Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (27/5) . Mereka menuntut agar Kepala Sekolah mundur karena telah korupsi dan menutupi kasus kejahatan seksual yang dilakukan salah satu oknum guru.

“Kami tidak sudi bila anak-anak kami yang dititipkan untuk didik malah dirusak masa depannya, dan juga tidak sudi bila dididik dengan pendidik yang korup,” teriak Ani, salah satu orangtua murid yang juga merupakan Ketua Komite Sekolah SDN 03 Pagi Tanjung Duren Selatan.

Menurut wanita berjilbab tersebut, terbongkarnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan satu guru terhadap 11 siswinya, berawal saat dirinya berniat menanyakan kepada pihak sekolah soal buku paket atau LKS yang telah dijanjikan kepada murid-murid.

“Di situ bukannya mendapat keterangan, malah salah satu guru bilang agar kasusnya tidak usah dibesar-besarkan karena ada kasus besar juga malah kita kecilkan,” terang Ani menirukan ucapan guru tersebut. Lantaran merasa ada yang tertutupi, dirinya pun penasaran dan mencari tahu maksud ucapan guru tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, ternyata ada 11 siswi kelas VI yang menjadi korban pelecehan salah seorang guru. “Kasus tersebut bukannya ditindak, malah ditutup-tutupi oleh Kepala Sekolahnya, dan siswi yang menjadi korbannya tidak berani melapor karena diancam ijazahnya tidak akan dikeluarkan,” terangnya.

Atas dasar tersebut, sambungnya, dirinya beserta sejumlah orangtua murid lainnya menuntut agar Miana Gultom, selaku Kepala Sekolah SD 03 Pagi Tanjung Duren Selatan, mengundurkan diri. “Kami juga akan melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta,” tegasnya.

KEPSEK MEMBANTAH

Miana Gultom, menjelaskan bahwa semua tudingan yang dilakukan orangtua murid tidak benar, pasalnya pihak sekolah sudah membagikan seluruh buku paket kepada murid. “Pembagian memang tidak merata dilakukan langsung pada saat itu, karena ada kendala teknis dipercetakan,” katanya.

Mengenai adanya oknum guru yang melakukan pelecehan seksual, sambungnya, dirinya meminta agar orangtua murid dapat membuktikan tuduhan tersebut hingga tidak menimbulkan fitnah. “Kalau memang terbukti, pastinya kita akan tindak tegas dengan cara dimutasi,” katanya. (deny)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.