Thursday, 20 September 2018

Jadi Tersangka, Farhat Abbas Minta Maaf

Selasa, 28 Mei 2013 — 20:18 WIB
Farhat Abbas

JAKARTA (Pos Kota) – Gara-gara berucap gegabah yang mengandung unsur SARA membuat Caleg Partai Demokrat (PD), Farhat Abbas menjadi tersangka atas kasus pencemaran nama baik .

Sesuai pakta integritas, karena kasus hukumnya, Farhat Abbas harus mundur dari daftar caleg PD.

“Masalah itu biarkan pengurus DPP yang memutuskan, tapi sebagai kader, pakta integritas harus berlaku untuk semua. Mau caleg, pengurus, kalau tersangka harus mundur,” tutur Gede Pasek Suardika, politikus PD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Penetapan tersangka Farhat Abbas berawal dari sebuah tweet bernada SARA. Tweet Farhat soal Ahok itu diunggah dalam akun twitter @farhatabbaslaw, isinya “Ahok protes, Dasar Ahok plat Aja diributin! Apapun plat nya tetap Cina!”

Kicauan suami artis penyanyi Nia Daniati itu lantas menimbulkan reaksi di tweetland. Bahkan, Ramdan Alamsyah yang mewakili Komunitas Intelektual Masyarakat Betawi (KIMB) dan Anton Medan yang mewakili PITI melaporkan Farhat ke Polda Metro Jaya.

Farhat Abbas mengaku menyesal telah bertindak gegabah dan tanpa memikirkan terlebih dahulu dampak tindakannya tersebut.  Farhat pun menyesalkan penetapan statusnya sebagai tersangka.

“Saya sudah minta maaf secara terbuka terhadap Anton Medan, Ahok dan masyarakat Tionghoa lainnya di Indonesia. Permohonan maaf saya disampaikan melalui media sosial, media cetak, online maupun media infotainment,” tutur Farhat Abbas, pada Pos Kota.

Tak hanya meminta maaf melalui media, Farhat juga mengaku sudah menelpon langsung yang bersangkutan untuk meminta maaf.

“Saya juga sudah menelpon tokoh-tokoh Tionghoa di Indonesia untuk meminta maaf. Nanti saya juga akan berkunjung langsung ke pesantren Anton Medan untuk meminta maaf juga,” tambah pengacara muda ini.

Terkait dirinya diwajibkan mundur dari PD sesuai Pakta Integritas, Farhat mengaku pasrah. “Saya pasrah dan menyerahkan semuanya pada Partai Demokrat. Untuk pencalonan saya menjadi calon Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara, saya akan maju terus, karena pencalonan saya itu lewat jalur independent,” tandas Farhat Abbas.(mia/rf)

  • bacot-aja

    mulutmu harimaumu.

    orang bodoh pun kelihatan lebih pintar dari pada pembual.

  • Antonirian

    Ini anda adalah “hanya” manusiakecil!,manusia juga banyak ragam2nya ada yg munafik,ada yg sholeh,dan ada yg diantaranya. mudah2an anda yg ada di katagori diatas?. ‘tip’ sekarang waktunya berbagi kreatifitas sesama etnis chinees.bukti in you are not what they are thinking!!!!???.

  • taufiqh tangerang

    Iiseharusnya semua suku hrs saling ingat,tanpa dia(cina)kita org mau kerja sama siapa….begitu juga suku(cina/tionghoa)tanpa suku lain mana mungkin mereka mau jadi pesuruh…(jongos)di sukunya sendiri…hidup indonesia bersatulah tuk masa depan…

  • frengki

    bacotnya nggak di sekolahin,,,,, dia sekolah tinggi cuma buat mengejar titel doang,,,,, etika, dan adab berbicaranya ngk tersentuh pendidikan,,,,,,,, tragis,,,