Tuesday, 25 September 2018

Pak Guru `Nyepuh` Malah Digerebek Warga

Kamis, 30 Mei 2013 — 9:03 WIB
nah-sub

DI sekolah Aminun, 40, mengajar mata pelajaran agama. Celakanya, meski tiap hari mengajarkan tentang moral, dia sendiri malah tak bermoral. Bagaimana tidak, istri orang diselingkuhi sampai hamil. Padahal sebelumnya pernah menyatakan kapok, tapi malah beberapa hari lalu kembali berbuat mesum. Saat Aminun “nyepuh” pada WIL-nya, eh digerebek massa.

Guru adalah tokoh yang dihormati. Apa lagi guru agama, dia punya kedudukan itimewa dalam masyarakat, karena dia keseharian mengajarkan tentang moral,  tentang surga dan neraka. Dengan demikian perilakunya harus menjadi lebih terukur, sehingga berbanding lurus dengan apa yang diajarkan pada murid. Janganlah jadi kiai Jarkoni alias bisa mengajarkan tapi tidak nglakoni (menjalani).

Tapi guru agama yang bernama Aminun dan mengajar di SMP Anambas Kepulauan Riau, justru bertolak belakang perilakunya. Pak guru ini seringkali berkunjung ke rumah Ny. Halimah, 36, warga Desa Ladan, Kecamatan Palmatak. Yang memancing kecurigaan orang, dia berkunjung hanya di saat suami wanita itu tak di rumah.  Warga sangat mengkhawatirkan, di kala suami Halimah bekerja di pengeboran minyak lepas pantai, istrinya di rumah justru “dibor” oleh oknum guru agama itu.

Dugaan penduduk ternyata tidak mengada-ada. Beberapa waktu yang lalu Halimah – Aminum digerebek karena sedang berbuat mesum. Istri Badri beralasan, dia dalam kondisi kesepian lantaran suami jarang di rumah. Untung saja kepala lingkungan cukup sabar dan bijaksana, sehingga seizin suaminya di tengah laut, keduanya hanya diminta bikin pernyataan tertulis di atas meterai  bahwa takkan mengulangi perbuatannya.

Namun agaknya, selingkuh sudah seperti layaknya sembako saja, menjadi kebutuhan pokok Halimah – Aminun. Mereka hanya tunduk pada aturan itu seminggu dua minggu. Setelah itu mereka kepangin lagi. Rupanya selingkuh itu macam orang kecanduan rokok. Sekali tidak selingkuh, mulut jadi asem, bekerja tak lagi konsentrasi, karena masing-masing selalu ingat pasangan mesumnya.

Jadi ibarat kapal, mereka sekedar doking saja ketika tidak menjalani ativitas permesuman. Buktinya, ketika situasi lingkungan sudah mereda, Halimah – Aminum kembali bermesum ria. Bahkan sepertinya, keduanya kini mengejar setoran. Aminun makin mempeng lantaran di rumah bini sedang hamil. Dan Halimah sendiri kini juga sedang hamil, tapi siapa bapak sesungguhnya sang janin masih dibutuhkan tes DNA.

Kepala lingkungan dan masyarakat setempat benar-benar merasa dilecehkan, dianggap ada pembiaran atas praktek kebatilan. Bila kali lain masih bisa memaafkan, kali ini tidak. Maka saat beberapa malam lalu Aminun sedang “nyepuh” atas WIL-nya yang sedang hamil, penggerebekan dilakukan. Dengan pakaian seadanya, Halimah – Aminun diserahkan ke Polsek Palmatak.

Guru penganjur moral malah berbuat amoral. (DK/Gunarso TS)