Monday, 19 August 2019

Ahli Waris Tanah di SD Cileduk Barat Menangkan Gugatan

Jumat, 31 Mei 2013 — 22:26 WIB
SDN Cileduk Barat

PAMULANG (Pos Kota) – Setelah melakukan persidangan sebanyak 24 kali kasus sengketa lahan yang kini masih berdiri bangunan SDN Ciledug Barat, Kota tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya ahli waris Jaudin bin Entong merasa lega

Melalui amar putusan PN Tangerang sekitar 7 Mei 2013, ahli waris Jaudin  berhasil memenangkan gugatan ke Pemkot setempat. Pemkot Tangsel akan bvanding dan kasasi terhadap putusan tersebut.

“Kami berharap Pemkot Tangsel khususnya Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany membayar ganti rugi secepatnya sesuai amar putusan siding perkara perdata No. 451/Pdt.G/2013/PN Tng tertanggal 7 Mei 2013,” kata kuasa hukum Jaudin bin Entong, Sony Idris SH, kepada wartawan, Jumat (30/5).

Menurut dia, ganti rugi yang harus dibayar sesuai Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) PBB tahun 2012 sebesar Rp 922.068/M2 atau sekitar Rp 1.383.102.000,-.

Sebelum melakukan gugatan ke PN Tangerang, pihaknya  sudah sempat menempuh jalur perundingan sekitar September 2011 yang langsung bertemu dengan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Keputusan memenangkan pihak ahli waris Jaudin bin Entong setelah persidangan di PN Tangerang berlangsung selama 24 kali dan ini penantian panjang ahli waris elama 32 tahun setelah lahan dipergunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar.

Bahkan, tambah dia, sebelum terjadi pertemuan untuk musyawarah terhadap lahan yang dikuasai Pemkot Tangsel pihak Walikota Airin Rachmi Diany pernah berniat untuk membayar ganti rugi tapi pihak kliennya sudah mendaftarkan gugatan ke PN Tangerang.

Untuk kepemilikan lahan SDN Ciledug Barat, didasari sesuai girik C Nomor 370 Persil 36 D 111 seluas 1500 meter persegi atas nama Liman Mihad.

Saat kegiatan gugatan diajukan malah sempat terjadi penyegelan ruang kelas SDN Ciledug Barat tepatnya di Jl. Haji Rean, RT 05/01, Kel. Benda Baru, Kec. Pamulang dengan memasang papan plang di depan pintu kelas hingga sempat memanas dan keluhkan orang tua murid serta pemerintah pusat.

Terlebih saat itu, sejumlah anak murid tak bisa belajar dan mengajar sekitar tanggal 7 September 2011 lalu.

SUDAH MENGAJUKAN BANDING

Sementara itu, jajaran Pemkot Tangsel, melalui Kabag Hukum Sekretariat Daerah setempat, Ade Iriana, mengatakan Pemkot Tangsel tak ingin menyerah berkaitan dengan hasil siding gugatan di PN Tangerang berkaitan lahan seluas 1.500 meter di RT 05/01, Kel. Benda Baru, Pamulang yang kini berdiri bangunan SDN Ciiledug Barat.

Pihaknya sudah berupaya mengajukan banding atas keputusan PN Tangerang terhadap gugatan ahli waris SDN Ciledug Barat melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN). Keputusan PN Tangerang bukan lah  akhir dari proses hukum.

Diatambahkannya, fakta persidangan yang menyatakan lahan seluas 1.500 meter dengan girik C No. 370 Persil 36 D 111 atas nama Liman Mihad dianggap tak benar.

“Pemkot Tangsel siap mengeluarkan bukti-bukti surat kepemilikan lahan yang dilaim sah demi hokum,” imbuhnya apalagi keharusan Pemkot Tangsel membayar ganti rugi sesuai dengan NJOP tahun 2012, yakni sebesar Rp 922.068 ribu per meter jelas tidak mendasar. (anton/d)

Teks foto:

Kegiatan aksi corat coret dari hali waris pemilik lahan yang berdiri gedung SDN Ciledug Barat, Kel. Benda Baru, Pamulang beberapa waktu lalu. (dok/anton)